Jadi Kontroversi, Ini Profil Stafsus Jokowi Billy Mambrasar

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto kolase Staf khusus Presiden Joko Widodo, Gracia Billy Yosaphat Mambrasar. ANTARA/Wahyu Putro A

    Foto kolase Staf khusus Presiden Joko Widodo, Gracia Billy Yosaphat Mambrasar. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus atau Stafsus Presiden kembali jadi sorotan. Kali ini karena pernyataan Stafsus Presiden Jokowi, Billy Mambrasar dibantah oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

    Sebelumnya, Billy menyebut 21 pengusaha muda Papua dalam gerakan ini mendapat dukungan dana investasi senilai Rp 1,44 miliar dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dan UMKM (KUKM) melalui mekanisme koperasi.

    “Koperasi yang diajukan Stafsus Presiden Jokowi Billy Mambrasar terkait program Gerakan Papua Muda belum menerima pinjaman apapun karena belum memenuhi syarat yang ditentukan LPDB,” kata Direktur Utama LPDB KUKM Supomo dalam siaran pers di Jakarta, Rabu, 22 April 2020. Siaran pers itu berjudul “LPDB KUMKM Belum Pernah Kucurkan Pembiayaan untuk Gerakan Papua Muda”. 

    Sementara dua bulan sebelumnya, 18 Februari 2020, Billy mengatakan Billy mengatakan ada 21 pengusaha ini akan mendapat dukungan dana dari LPDB melalui mekanisme koperasi. “Totalnya Rp 1,44 miliar untuk 21 anak pebisnis, yang sudah dilatih PT Papua Muda Inspiratif” kata dia saat itu. Billy juga tak lain adalah Dirut PT Papua Muda Inspiratif.

    Lalu seperti apakah sosok dan sepak terjang Billy selama ini?

    Gracia Billy Mambrasar atau biasa disapa Billy adalah putra asli Papua yang lahir 17 Desember 1988 ini sedang menempuh pendidikan Strata 2 di University of Oxford, Inggris. Ia juga CEO Kitong Bisa.

    Nama Billy mulai mencuat setelah ditunjuk menjadi satu dari tujuh khusus oleh Jokowi. Saat sesi perkenalan dan tanya-jawab dengan wartawan, Billy menyatakan ingin memajukan Indonesia itu di mulai dari Bumi Cendrawasih. "Pak, mari kita bangun Indonesia dari Papua," kata Billy kepada Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 21 November 2019.

    Billy yang berusia 31 tahun ini ternyata berasal dari keluarga kurang mampu di Serui, Kepulauan Yapen, Papua. Sehari-hari, ibunya berjualan kue dan makanan di pasar untuk menghidupi keluarganya. Ayahnya seorang guru.

    Hal itu diungkapkan Billy ketika berkunjung ke Kantor Berita Antara pada 30 Agustus 2019. "Subuh, ibu bikin kue, paginya ibu pergi ke pasar jualan, kami ke sekolah sambil bawa kue untuk dijual," ujar Billy kala itu.

    Sebagai penjaja kue, Billy memiliki semangat pantang menyerah dalam menjual dagangannya. Pasalnya, jika kue tersebut tidak habis kue itu tidak bisa dijual lagi keesokan harinya. Maka, sisa kue jualan itu, hanya dimakan bersama saudaranya ketimbang basi.

    Rumah Billy di Papua juga tidak memiliki listrik, sehingga ia harus belajar menggunakan pelita atau lampu minyak. Namun ternyata, meski dengan banyak keterbatasan, mimpi Billy besar untuk meraih kesuksesan sedikit-demi sedikit terwujud.

    Karena berasal dari keluarga tidak mampu, Billy berusaha untuk berprestasi sehingga bisa mendapatkan beasiswa. Harapannya pun terwujud, setara dengan perjuangannya untuk meraih prestasi.

    Mulanya, Billy mendapat beasiswa untuk SMA favorit di Jayapura. Setelah lulus, ia melanjutkan ke Institusi Teknologi Bandung (ITB) menggunakan beasiswa afirmasi dan Dana Otonomi Khusus dari pemerintah. Hasilnya, ia pun meraih gelar Sarjana Teknik Pertambangan dan Perminyakan di kampus nomor wahid tersebut.

    Dikutip dari laman LinkedIn pribadi milik Billy, selain saat ini sedang menjalani pendidikan di  University of Oxford, Inggris, ia juga telah menamatkan pendidikan  di Australian National University, Canberra, Australia dan mendapatkan gelar Master of Business Administration (MBA), Sustainability Management. Billy juga punya gelar Sarjana Sains dari University of London.

    Dalam waktu dekat, Billy juga akan melanjutkan pendidikan doktoralnya dengan Beasiswa Afirmasi dari LPDP di Universitas Harvard, Amerika Serikat, dalam bidang pembangunan manusia. Ia berharap, latar belakang pendidikan dan pengalamannya selama ini dapat membantu tugasnya sebagai Staf Khusus Jokowi

    EKO WAHYUDI | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.