Isu Saham Asing di Ruangguru, Istana: Tak Masalah

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Dari kiri) Pendiri dan Direktur Utama Ruangguru Belva Devara dan Pendiri dan Direktur Produk & Kerjasama Ruangguru Iman Usman saat melakukan konferensi pers Sekolah Online Gratis di Morrisey, Jakarta Pusat, Senin, 16 Maret 2020. Sekolah gratis sebagai bentuk solidaritas terhadap para siswa terdampak pandemi COVID-19. TEMPO/Khory

    (Dari kiri) Pendiri dan Direktur Utama Ruangguru Belva Devara dan Pendiri dan Direktur Produk & Kerjasama Ruangguru Iman Usman saat melakukan konferensi pers Sekolah Online Gratis di Morrisey, Jakarta Pusat, Senin, 16 Maret 2020. Sekolah gratis sebagai bentuk solidaritas terhadap para siswa terdampak pandemi COVID-19. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah tidak mempersoalkan jika benar ada investor asing di belakang perusahaan Ruangguru. Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Pra Kerja Denni Purbasari mengatakan investasi asing tersebut justru menjadi bukti kepercayaan dunia global kredibilitas inovasi anak bangsa.

    “Saya pikir kenapa tidak, mari buka perspektif itu,” kata Denni dalam konferensi pers online di Jakarta, Rabu, 22 April 2020.

    Sebelumnya, polemik menerpa Ruangguru dan pendirinya Adamas Belva Syah Devara. Setelah Belva Devara mundur dari jabatannya sebagai sebagai staf khusus presiden, kini investor asing dibalik Ruangguru juga dipersoalkan. Persoalan ini muncul karena Ruangguru ditunjuk pemerintah menjadi mitra program Kartu Prabayar.

    Namun, Denni menegaskan bahwa Ruangguru adalah Perusahaan Terbuka (PT) asal Indonesia yang berbadan hukum Indonesia. “Tunduk pada aturan hukum Indonesia,” katanya.

    Selain itu, Denni juga memastikan mitra program Kartu Prakera tidak hanya berhenti pada delapan perusahaan saja. Ruangguru termasuk di dalamnya. Namun, mitra yang akan diajak akan terus ditambah. “Tidak akan berhenti pada 1.500 jenis pelatihan dan 192 lembaga pelatihan saja, kami membuka,” kata dia.

    Sementara itu, Belva Devara  lewat akun instagramnya juga telah mengklarifikasi polemik ini. Dalam sejumlah pemberitaan, disebutkan bahwa pemegang saham mayoritas di Ruangguru adalah Ruangguru Pte Ltd yang beralamat di Singapura. Jumlah kepemilikan sahamnya mencapai 99,99 persen.

    Namun Belva langsung membantah kabar tersebut. “Tidak benar mayoritas dimiliki investor Singapura,” kata dia.

    Sebab, Ia menyebut Ruangguru Pte Ltd yang ada di Singapura tak lain adalah perusahaannya sendiri. “Kami juga punya pegawai di Singapura,” ujarnya.

    Selain di Singapura, Belva Devara juga mengatakan dirinya memiliki perusahaan Ruangguru lain ditambah dengan ratusan pegawai di Vietnam dan Thailand. “Semuanya punya saya, anak muda berkebangsaan Indonesia,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.