Kurs Rupiah Menguat Jadi 15.450, Ikuti Mata Uang Asia

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melayani penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, 8 Mei 2018. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi mendongkrak harga makanan dan minuman olahan usai Lebaran. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas melayani penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, 8 Mei 2018. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi mendongkrak harga makanan dan minuman olahan usai Lebaran. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore menguat seiring naiknya mata uang Asia terhadap dolar AS.

    Rupiah ditutup menguat 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp 15.450 per dolar AS dari sebelumnya Rp 15.468 per dolar AS.

    Kepala Riset Monex Investindo Futures di Jakarta mengatakan rupiah berbalik bergerak menguat pada sore hari seiring dengan dibukanya pasar Eropa. "Kalau secara global, sentimen pasar berubah positif ketika pasar Eropa buka. Ada harapan lockdown di beberapa negara segera dibuka," ujar Ariston, Rabu, 22 April 2020.

    Sentimen lainnya yaitu terkait senat AS yang kembali mengesahkan dana paket stimulus bantuan COVID-19 keempat sebesar US$ 484 miliar untuk membantu bisnis kecil dan rumah sakit yang terkena dampak wabah tersebut.

    "Mengenai stimulus tambahan AS baru disetujui senat tadi pagi dan mau voting di DPR nanti malam. Bisa saja menjadi sentimen positif tambahan untuk pasar hari ini," katanya.

    Rupiah pada pagi hari dibuka melemah di posisi Rp 15.530 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.450 per dolar AS hingga Rp 15.585 per dolar AS.

    Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan nilai tukar rupiah menguat menjadi Rp 15.567 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 15.643 per dolar AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?