IHSG Menguat Terkerek Stimulus Lanjutan Pemerintah AS

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jurnalis melakukan sesi wawancara di dekat refleksi layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Jurnalis melakukan sesi wawancara di dekat refleksi layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore menguat terbawa stimulus lanjutan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk menghadapi wabah COVID-19.

    IHSG ditutup menguat 65,64 poin atau 1,46 persen ke posisi 4.567,56. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 14,77 poin atau 2,21 persen menjadi 682,4.

    "Saat ini market sangat mengapresiasi program stimulus Trump yang keempat dimana hal tersebut disetujui senat AS. Program stimulus tersebut bertujuan dalam rangka mengurangi dampak negatif pandemi COVID-19 terhadap kinerja perekonomian AS," kata analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama di Jakarta, Rabu, 22 April 2020.

    Senat AS kembali mengesahkan dana paket stimulus bantuan corona atau COVID-19 sebesar US$ 484 miliar untuk membantu bisnis kecil dan rumah sakit yang terkena dampak wabah tersebut.

    Dibuka melemah, satu jam kemudian IHSG berbalik menguat dan terus bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

    Secara sektoral, enam sektor meningkat dimana sektor industri dasar naik paling tinggi yaitu 8,56 persen, diikuti sektor aneka manufaktur dan sektor infrastruktur masing-masing 3,26 persen dan 2,27 persen.

    Sedangkan empat sektor terkoreksi dimana sektor pertanian turun paling dalam yaitu minus 3,5 persen, diikuti sektor properti dan sektor pertambangan dasar masing-masing minus 2,07 persen dan minus 0,74 persen.

    Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp 334,93 miliar.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 515.981 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,37 miliar lembar saham senilai Rp 7,91 triliun. Sebanyak 172 saham naik, 213 saham menurun dan 152 saham tidak bergerak nilainya.

    Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 142,9 poin atau 0,74 persen ke 19.137,9, indeks Hang Seng menguat 99,8 poin atau 0,42 persen ke 23.893,4, dan indeks Straits Times menguat 1,92 poin atau 0,08 persen ke 2.553,84.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.