Jokowi Sentil Kenaikan Harga Pangan, Kementan: Ini PR Bersama

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja beraktivitas di Lumbung Pangan Jawa Timur di JX International, Surabaya, Jawa Timur, Senin 20 April 2020. Lumbung Pangan Jawa Timur yang menjual kebutuhan pokok dengan harga murah tersebut disediakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah pendemi COVID-19. ANTARA FOTO/Moch Asim

    Pekerja beraktivitas di Lumbung Pangan Jawa Timur di JX International, Surabaya, Jawa Timur, Senin 20 April 2020. Lumbung Pangan Jawa Timur yang menjual kebutuhan pokok dengan harga murah tersebut disediakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah pendemi COVID-19. ANTARA FOTO/Moch Asim

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Momon Rusmono mengatakan kenaikan harga pangan beberapa waktu terakhir, tak masuk akal. Sebabnya saat ini terjadi produksi pangan yang melimpah sementara harga komoditas ini justru mengalami kenaikan.

    Pada Senin, 20 April 2020, ujar Momon, harga bawang merah di pusat produksi di Brebes adalah Rp 26 ribu hingga Rp 28 ribu. "Tapi di Jakarta harganya Rp 52 ribu. Berarti kan ini ada something is wrong," kata Momon dalam seminar online Rabu, 22 April 2020.

    Begitu juga harga ayam terjadi kenaikan. Harga di peternak mandiri banyak berteriak harga sekitar 10 ribuan, tapi harga karkas di atas Rp 30 ribu.

    Demikian juga beras, kata dia, data prediksi produksi April-Mei sebanyak 11-12 juta ton. "Tapi kenapa harga beras cenderung meningkat? Ini PR bersama," ujarnya.

    Padahal di sisi lain, kata dia, dari poin pertama kebutuhan pangan bagi 267 juta tidak mungkin kendor, karena pasti semua orang butuh makan. "Artinya kebutuhan ada, produksi ada, tapi kenapa harga, ada sesuatu," kata Momon.

    Dia memastikan Kementan akan terus menjalankan tugas untuk menjaga keseimbangan supply demand dan stabilitas harga. Menurutnya, hal itu juga menjadi peran bagi para pihak petani milenial. "Seperti bagaimana strategi memperpendek rantai tata niaga, menumbuh kembangkan start up supaya masalah ini bisa diatasi," ujar Momon.

    Presiden Joko Widodo sebelumnya mempertanyakan soal tingginya harga pangan di tengah pandemi virus corona. Dalam rapat kabinet Senin, 21 April 2020, Jokowi mengatakan harga gula dan beras masih tinggi.

    Jokowi memerintahkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan instansi terkait lainnya untuk memastikan agar seluruh harga kebutuhan pokok terjangkau oleh seluruh masyarakat.

    “Ini yang masih naik beras, mulai naik sedikit. Harga gula tidak bergerak sama sekali, justru malah naik jadi Rp 19.000 per kilogram, bawang bombai, bawang putih juga belum turun. Saya tidak tahu apakah dari Kementerian Perdagangan sudah melihat lapangannya bahwa ini belum bergerak,” kata Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 21 April 2020.

    Menjelang Ramadhan pada akhir April 2020 ini, Presiden Jokowi meminta tidak ada kenaikan harga bahan pokok. Menteri dan pimpinan lembaga terkait diminta Kepala Negara untuk selalu memeriksa ke lapangan guna mengetahui pergerakan harga barang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.