1 Pegawai PUPR Meninggal Karena Corona, 169 Orang Terpapar

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja berjalan di kawasan Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Kamis 19 Maret 2020. Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono segera menyiapkan Wisma Atlet sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi pasien yang terjangkit virus corona atau COVID-19 sehingga bisa dipakai pada Senin (23/3/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Sejumlah pekerja berjalan di kawasan Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Kamis 19 Maret 2020. Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono segera menyiapkan Wisma Atlet sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi pasien yang terjangkit virus corona atau COVID-19 sehingga bisa dipakai pada Senin (23/3/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melaporkan penyebaran Virus Corona alias COVID-19 di lingkungan kementeriannya. Ia mengatakan ada seorang pegawainya yang meninggal akibat penyakit yang menyerang pernafasan tersebut.

    Dari 44.285 pegawai Kementerian PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan 169 orang terpapar virus tersebut. "Kemudian terkonfirmasi positif lima orang dan satu orang meninggal dunia," tutur dia dalam rapat bersama Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 21 April 2020.

    Berikutnya Basuki mengatakan ada empat orang di PUPR yang berstatus pasien dalam pengawasan. Dari jumlah tersebut, satu orang meninggal dunia namun hasil tesnya negatif Covid-19. Sementara, 115 orang berstatus orang dalam pemantauan. Ia pun berujar ada lima orang pegawainya yang sudah keluar dari rumah sakit.

    Untuk mengurangi penyebaran virus Corona di lingkungan kementerian PUPR, Basuki mengatakan telah membentuk satuan tugas penanganan Covid-19. Satgas telah melakukan sejumlah langkah penanganan Corona, antara lain dengan melakukan tes cepat alias rapid test di lingkungan kementerian.

    "Hampir seluruhnya sudah kami lakukan rapid test, 44 ribu orang itu," tutur Basuki. Dari pengetesan tersebut, sekitar 91 persen dinilai memiliki risiko sangat rendah dan 0,18 persen masuk kategori berisiko tinggi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.