Crown Group Milik Iwan Sunito Kembangkan Proyek Rp 7,5 T di AS

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Crown Group, Iwan Sunito. Istimewa

    CEO Crown Group, Iwan Sunito. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengembang hunian terkemuka Australia Crown Group tengah mengembangkan proyek pertama mereka di pusat kota Los Angeles, Amerika Serikat. Proyek ini berupa mixed-use kondominium dan hotel dengan nilai mencapai Rp 7,5 triliun dan diharapkan rampung pada 2024.

    CEO Crown Group Iwan Sunito mengatakan pusat kota Los Angeles ini tengah berkembang karena dipicu oleh meningkatnya konvergensi teknologi, media, dan hiburan. Beberapa korporasi juga melakukan ekspansi di kota ini seperti LA Live, Warner Music, Spotify, pengecer utama seperti Apple, hingga Vans dan Paul Smith.

    Sehingga, kata Iwan, ada banyak kegiatan investasi yang menarik dalam beberapa tahun ke depan. “Ini nantinya akan menjadi tempat yang paling dicari untuk tinggal,” kata pengusaha asal Indonesia ini dalam keterangan resmi Crown Group di Jakarta, Selasa 21 April 2020.

    Saat ini, Crown Group sedang melanjutkan proses dengan Los Angeles City Hall untuk bangunan menara yang diusulkan. Menara ini berlokasi di sudut tenggara South Hill dan 11th street di kawasan distrik keuangan, mode, dan South Park di pusat kota. Adapun  pembelian lahan sudah dilakukan pada November 2019.

    Menara setinggi 43 lantai ini memiliki desain inspirasional oleh Koichi Takada Architects yang terkenal di dunia. Kemudian, menara ini akan terdiri dari 319 unit kondominium dengan fasilitas eksklusif bagi para penghuninya di dua lantai teratas. Lalu, mereka juga dalam proses diskusi dengan beberapa merek hotel mewah untuk menggabungkan 160 unit kamar hotel di lantai yang lebih rendah.

    Sementara itu, Head of US Development Crown Group Patrick Caruso mengatakan pengembangan ini akan menawarkan titik perbedaan yang menarik bagi pembeli di pusat kota Los Angeles dan membawa kondominium versi baru bagi mereka yang tinggal di distrik tersebut. "Ini adalah bagian kota yang berkembang cepat namun ada pilihan terbatas Ketika kita berbicara perihal hunian yang dirancang dengan baik," kata Caruso. 

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.