Ada Corona, BKPM Yakin Realisasi Investasi Triwulan II 2020 Turun

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan arahan pada pembukaan Rakornas Investasi 2020 di Jakarta, Kamis 2020 Februari 2020. Rakornas yang membahas berbagai permasalahan yang dihadapi pemerintah dalam rangka memfasilitasi investasi di daerah itu mengusung tema

    Presiden Joko Widodo memberikan arahan pada pembukaan Rakornas Investasi 2020 di Jakarta, Kamis 2020 Februari 2020. Rakornas yang membahas berbagai permasalahan yang dihadapi pemerintah dalam rangka memfasilitasi investasi di daerah itu mengusung tema "Investasi untuk Indonesia Maju". ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meyakini, realisasi investasi pada triwulan II 2020 bakal merosot dibanding triwulan I. Penurunan terjadi karena kondisi bulan April yang masih dilanda virus corona atau Covid-19 dan tren realisasi investasi pada triwulan I 2020 yang seret.

    “Triwulan II realisasi ini pasti menurun, karena April Mei ini agak berat,” kata Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers online di Jakarta, Senin, 20 April 2020.

    Sehingga, Bahlil menyebut target investasi Rp 886 triliun pada tahun 2020 ini agak susah tercapai. Meski belum merevisi target, BKPM sudah membuat dua simulasi cadangan. Simulasi pesimis sebesar Rp 885 triliun, dan simulasi sangat pesimis sebesar Rp 817 triliun.

    Dalam konferensi pers virtual ini, Bahlil mengumumkan realisasi investasi sepanjang triwulan I 2020 mencapai Rp 210,7 triliun, atau naik 8 persen year-on-year (yoy). Dari total tersebut, investasi asing atau Penanaman Modal Asing (PMA) jeblok hingga 9,2 persen yoy. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, investasi asing yang masuk ke Indonesia hanya Rp 98 triliun, lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai 107,9 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.