Memasuki Ramadan, Jokowi: Pastikan Negara Memiliki Stok Pangan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbicara saat mengikuti KTT ASEAN Plus Three secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, 14 April 2020. ANTARA/Biro Pers - Lukas

    Presiden Joko Widodo berbicara saat mengikuti KTT ASEAN Plus Three secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, 14 April 2020. ANTARA/Biro Pers - Lukas

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta kepada seluruh jajarannya untuk memastikan kecukupan stok pangan nasional saat bulan Ramadan 1441 Hijriah di masa wabah Virus Corona baru atau Covid-19. "Pastikan negara kita memasuki bulan Ramadan ini betul-betul memiliki kepastian stok pangan," ujar Presiden Jokowi dalam pengantar Rapat Terbatas Laporan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 20 April 2020.

    Untuk memastikan stok pangan cukup, Jokowi kembali memerintahkan jajarannya untuk memastikan distribusi logistik lancar dan tidak ada hambatan di lapangan. Sebelumnya kepala daerah telah diminta memastikan tidak ada penutupan akses jalan di daerahnya pada masa pandemi Covid-19 ini untuk lalu lintas distribusi logistik.

    Dalam pengantar rapat terbatas itu, Jokowi juga menyampaikan ingin mengevaluasi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah diterapkan. Ia menegaskan bahwa kebijakan besar yang diambil kepala daerah harus dikonsultasikan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 atau pemerintah pusat.

    Ekonom CORE Indonesia Mohammad Faisal sebelumnya mengatakan selain mengamankan pasokan pangan, pemerintah juga perlu fokus pada kebijakan peningkatan daya beli dan konsumsi masyarakat.

    Kalau di pangan di tahun sebetulnya, kata Faisal, masalah supply dan demand tidak sebesar tahun tahun sebelumnya karena ada pandemi Covid-19. "Tapi biasanya jelang Ramadan permintaannya tinggi karena orang ingin beli macam-macam. Nah sekarang agak sedikit turun,” ujarnya, Jumat, 17 April 2020.

    Untuk itu dia menilai perlu adanya dorongan dari sisi penyaluran bantuan sosial, untuk menjaga agar daya beli masyarakat tidak terlalu jatuh. Bila selama ini jika masuk Ramadan dan Lebaran, permintaan masyarakat akan pangan biasanya akan meningkat.

    Namun, dikarenakan adanya wabah virus Corona, yang menyebabkan maraknya PHK dan pekerja yang dirumahkan, maka hal ini mempengaruhi kemampuan belanja masyarakat. “Keberadaan Ramadan biasanya bisa membantu dari sisi ekonomi karena adanya kenaikan konsumsi,” katanya

    Salah satu upaya untuk meningkatkan demand masyarakat adalah dengan percepatan implementasi bansos dan bantuan langsung tunai alias BLT. “Ya itulah makanya yang kemarin yang direspon pemerintah bansos sampai ke Perpu itu tujuannya untuk dorong permintaan, termasuk cash transfer,” ucap Faisal.

    ANTARA | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.