Tangani Corona, KNEKS Dorong Penghimpunan Zakat Berbasis Wilayah

Petugas membawa beras yang akan dibagikan saat pembagian zakat fitrah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa, 4 Juni 2019. Seluruh zakat tersebut dibagikan kepada 85 yayasan yang sudag mendaftar dan totalnya sekitar 11 ribu mustahik yang mendapatkan zakat tersebut. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Untuk membantu pemerintah menanggulangi dampak kesehatan dan ekonomi pandemi virus Corona atau Covid-19, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama beberapa lembaga zakat nasional akan mengusung skema zakat berbasis wilayah guna meningkatkan potensi penghimpunan.

Direktur Pendidikan dan Penelitian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat menyebutkan ada potensi zakat terkumpul pada tahun ini sebesar Rp 230 triliun. Namun hingga kini baru terhimpun sekitar Rp 8 triliun hingga Rp 10 triliun.

Emir menyatakan, tak tertutup kemungkinan masih banyak zakat yang belum tercatat. "Tetapi realisasi penghimpunan ini masih tergolong rendah. Kami akan mencoba mengupayakan penghimpunan zakat berbasis wilayah,” katanya, Ahad, 19 April 2020.

Skema zakat berbasis wilayah ini, menurut Emir, akan melibatkan ketua rumah tangga (RT) dan pengurus masjid. Jika konsolidasi data dapat dilakukan lebih baik dan ditambah dengan sosialisasi yang efektif, maka penghimpunan zakat akan dapat dilakukan lebih baik.

Lebih jauh Emir menjelaskan, penghimpunan zakat dapat dilakukan lebih cepat dan tidak perlu menunggu akhir bulan Ramadan. Kementerian Agama dapat mengeluarkan sebuah aturan yang mengimbau masyarakat membayar zakat jauh lebih cepat.

Jika ini dapat dilakukan tentunya, kata Emir, bantuan sosial dapat didistribusikan lebih cepat kepada korban virus Corona sekaligus korban dari dampak ekonomi krisis kesehatan ini. “Saat ini kami baru memiliki pilot project di Jakarta. Jika ini bisa cepat diimplementasikan di banyak daerah, maka APBN pemerintah pun akan cepat terbantu,” katanya.

Menteri Agama Fachrul Razi sebelumnya secara resmi mengimbau umat muslim agar membayarkan zakat mal atau zakat hartanya sebelum bulan Ramadan. Hal itu dilakukan untuk mempercepat distribusi zakat kepada orang-orang yang berhak di masa pandemi Corona. 

Imbauan tersebut disampaikan melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 tahun 2020 terkait panduan beribadah menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah. Surat Edaran tersebut diteken Menteri Agama Fachrul Razi, Senin, 6 April 2020.

"Bagi Organisasi Pengelola Zakat untuk sebisa mungkin meminimalkan pengumpulan zakat melalui kontak fisik, tatap muka secara langsung dan membuka gerai di tempat keramaian," ujar Fachrul. Ia juga meminta agar pembayaran zakat dilakukan melalui layanan jemput zakat dan transfer layanan perbankan.

Tak hanya itu, panitia pengelola zakat juga diminta menghindari kontak fisik seperti berjabat tangan ketika melakukan penyerahan zakat. Selanjutnya, penyaluran zakat kepada orang yang berhak juga dilarang melalui tukar kupon dan mengadakan pengumpulan orang. 

Fachrul menyebutkan zakat harus disalurkan secara langsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti memakai masker dan sarung tangan. "Semua panduan di atas dapat diabaikan bila pada saatnya telah diterbitkannya pernyataan resmi Pemerintah Pusat, untuk seluruh wilayah negeri, atau Pemerintah Daerah untuk daerahnya masing-masing, yang menyatakan keadaan telah aman dari Covid-19," katanya.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin sebelumnya mengimbau kepada masyarakat muslim segera membayar zakatnya. Hal ini untuk membantu warga yang membutuhkan di tengah pandemi virus Corona.

Ma'ruf Amin menyatakan saat ini merupakan waktu yang tepat bagi umat Islam mengeluarkan zakat. Zakat yang biasanya dibayarkan saat Ramadan berupa zakat fitrah dapat dimajukan setelah melihat situasi terkini di dalam negeri.

BISNIS






Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

21 jam lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Ulama Mesir Syekh Yusuf Al Qaradawi Wafat, Pernah Berpesan kepada Nahdlatul Ulama

1 hari lalu

Ulama Mesir Syekh Yusuf Al Qaradawi Wafat, Pernah Berpesan kepada Nahdlatul Ulama

Syekh Yusuf Al Qaradawi, ulama dan cendekiawan Mesir itu wafat pada Senin, 26 September 2022. Ia pernah datang ke kantor PBNU, ini pesannya.


Poin Pertemuan Ma'ruf Amin - Fumio Kishida: Investasi USD 5,2 Miliar hingga Ekspor Tuna

1 hari lalu

Poin Pertemuan Ma'ruf Amin - Fumio Kishida: Investasi USD 5,2 Miliar hingga Ekspor Tuna

Ma'ruf Amin melaporkan sejumlah poin yang dibahas dalam pertemuannya dengan PM Jepang Fumio Kishida di Istana Akasaka, Senin, 26 September 2022.


Wapres Ma'ruf Amin dan Pemimpin Dunia Hari Ini Ikuti Pemakaman Shinzo Abe

1 hari lalu

Wapres Ma'ruf Amin dan Pemimpin Dunia Hari Ini Ikuti Pemakaman Shinzo Abe

Wakil Presiden Ma'ruf Amin hari ini akan mengikuti pemakaman kenegaraan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe yang tewas dibunuh.


Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

1 hari lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

Kanselir Jerman Olaf Scholz terinfeksi virus corona sepulang lawatannya ke Timur Tengah.


Wapres Ma'ruf Amin Bertolak ke Jepang Hadiri Pemakaman Shinzo Abe

3 hari lalu

Wapres Ma'ruf Amin Bertolak ke Jepang Hadiri Pemakaman Shinzo Abe

Senin, 26 September 2022, Ma'ruf Amin diagendakan melakukan courtesy call dengan PM Jepang Kishida Fumio di Istana Akasaka.


Wapres Ma'ruf Amin Hadiri Perayaan Kelahiran Nabi Kongzi, Siapa Dia?

5 hari lalu

Wapres Ma'ruf Amin Hadiri Perayaan Kelahiran Nabi Kongzi, Siapa Dia?

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghadiri peringatan Hari Lahir Nasional Nabi Kongzi ke-2573 di Pontianak, kemarin. Siapakah dia?


Soal Pj Gubernur DKI Pengganti Anies Baswedan, Ma'ruf Amin: Harus Paham Jakarta

6 hari lalu

Soal Pj Gubernur DKI Pengganti Anies Baswedan, Ma'ruf Amin: Harus Paham Jakarta

Wapres Ma'ruf Amin mengatakan calon penjabat Gubernur DKI pengganti Anies Baswedan diharapkan bisa melanjutkan pembangunan hingga 2024.


Ma'ruf Amin: Keberagaman Harus Kita Rawat, Jangan Terpecah Belah

6 hari lalu

Ma'ruf Amin: Keberagaman Harus Kita Rawat, Jangan Terpecah Belah

Terhadap berbagai potensi konflik yang dapat memecah persatuan dan kesatuan, Wapres Ma'ruf Amin berharap masyarakat tidak boleh lengah.


Wapres Serahkan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan di Pontianak

6 hari lalu

Wapres Serahkan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan di Pontianak

BPJamsostek telah membayarkan manfaat seluruh program senilai Rp 503 milyar di Provinsi Kalimantan Barat selama setahun terakhir.