Jadi Incaran, Begini Susahnya Impor Bahan Tes PCR dari Korsel

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI AU mengangkat kardus berisi alat kesehatan yang dikirimkan dari Lanud Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat CN-130 di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu, 4 April 2020.  Sebanyak tiga ribu Alat Pelindung Diri (APD) dan 15 ribu masker dikirim oleh Gugus Tugas COVID-19 untuk didistribusikan ke sejumlah rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Kalimantan Tengah. ANTARA

    Prajurit TNI AU mengangkat kardus berisi alat kesehatan yang dikirimkan dari Lanud Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat CN-130 di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu, 4 April 2020. Sebanyak tiga ribu Alat Pelindung Diri (APD) dan 15 ribu masker dikirim oleh Gugus Tugas COVID-19 untuk didistribusikan ke sejumlah rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Kalimantan Tengah. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan setidaknya ada dua persoalan yang dihadapai untuk mendatangkan bahan tes PCR pendeteksi Virus Corona alias COVID-19 dari Korea Selatan.

    “Kita membutuhkan bahan untuk melakukan tes PCR pendeteksi Covid-19, agar laboratorium bisa segera bekerja memeriksa warga," ujar Doni dalam keterangan tertulis, Ahad, 19 April 2020. Saat ini Gugus Tugas sudah mendatangkan bahan untuk 50.000 tes PCR dari negeri ginseng.

    Namun, banyak kendala yang harus dihadapi untuk mendapatkan bahan tes PCR ini. Persoalan pertama adalah sulitnya mendapatkan reagent PCR dan reagent ekstraksi RNA di masa pandemi global corona ini. Sebabnya, selama ini hanya dua negara yang menyediakan bahan tersebut, yakni Cina dan Korea Selatan. Sementara, saat ini banyak negara lain yang mencari bahan tersebut. 

    "Perjuangan untuk mendapatkan reagent dari Korsel boleh dikatakan dramatis," tutur Doni.

    Lantaran menjadi incaran banyak negara, pemerintah pun harus cepat mengambil keputusan untuk bisa memboyong bahan kimia untuk pemeriksaan Covid-19 itu.  

    Persoalan berikutnya, bahan-bahan ini perlu diangkut dengan penanganan khusus. Pasalnya, bahan tes itu membutuhkan suhu udara minus 20 derajat celcius. Di samping itu, bobotnya pun mencapai 500 kilogram.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.