Berliku, Akhirnya 50.000 Bahan Tes PCR yang Diangkut Garuda Tiba

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Kesehatan Kota Bogor melakukan Rapid Test massal Covid-19 dengan skema drive thru di halaman GOR Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, Selasa 7 April 2020. Presiden Joko Widodo meminta pemeriksaan Covid-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) dan rapid test dipercepat untuk mengetahui jumlah riil pasien positif di Indonesia. REUTERS/Willy Kurniawan

    Petugas Dinas Kesehatan Kota Bogor melakukan Rapid Test massal Covid-19 dengan skema drive thru di halaman GOR Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, Selasa 7 April 2020. Presiden Joko Widodo meminta pemeriksaan Covid-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) dan rapid test dipercepat untuk mengetahui jumlah riil pasien positif di Indonesia. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, JakartaKetua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengisahkan upaya pemerintah mendatangkan bahan tes PCR untuk mendeteksi virus Corona dari Korea Selatan. “Kita membutuhkan bahan untuk melakukan tes PCR bagi deteksi Covid-19 agar laboratorium bisa segera bekerja memeriksa warga. Kita bersyukur dalam waktu kurang dari 24 jam kita bisa mendapatkan 50.000 tes PCR hari ini,” ujar Doni dalam keterangan tertulis, Ahad, 19 April 2020.

    Bahan tes itu dibutuhkan, terlebih setelah ada perintah dari Presiden Joko Widodo kepada gugus tugas agar bisa dilakukan 10.000 pemeriksaan setiap hari. Saat ini, pemerintah sudah menetapkan 19 laboratorium untuk melakukan pendeteksian Corona di selutuh Indonesia. Namun, semua laboratorium tersebut membutuhkan reagent PCR dan reagent ekstrasi RNA agar bisa melakukan pemeriksaan kepada warga yang diduga terpapar Covid-19.

    Menurut Doni, di tengah masa darurat Corona ini tidak mudah untuk mendapatkan reagent PCR dan reagent ekstrasi RNA. Selama ini yang bisa menyediakan kedua bahan itu adalah Cina dan Korea Selatan. Namun produk kedua negara ini juga diincar oleh banyak negara lain. "Perjuangan untuk mendapatkan reagent dari Korsel boleh dikatakan dramatis," tuturnya.

    Selain harus bersaing dengan banyak negara, Doni menuturkan membawa bahan kimia ini pun perlu penanganan khusus. Misalnya, suhu udara mesti dijaga minus 20 derajat Celcius dan berat keseluruhan mencapai 500 kilogram.

    Karena itu, Doni bersyukur mendapat dukungan Dubes Indonesia untuk Korsel yang langsung menugaskan seorang staf Kedutaan untuk mengawal barang sampai ke Indonesia. Ia pun berterima kasih kepada Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra yang dengan sigap menyediakan kargo untuk menampung barang seberat 500 kilogram, serta Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi yang membantu pengeluaran barang di Bandara Soekarno-Hatta.

    Doni berharap, dalam sepekan ke depan akan bisa didapatkan sekitar 495.000 bahan untuk pemeriksaan Covid-19. Dengan jumlah itu maka Indonesia akan bisa memetakan lebih tepat jumlah warga yang terpapar Covid-19 dan di mana mereka berada.

    Doni menambahkan, sesuai perintah Jokowi, pemeriksaan pertama dilakukan kepada para dokter dan perawat yang selama ini menangani covid-19 beserta seluruh keluarganya. “Presiden meminta agar para tenaga medis dan keluarganya bisa dipastikan kondisinya. Presiden tidak mau para tenaga medis menjadi korban,” tutur dia. Selanjutnya, pemeriksaan akan difokuskan kepada warga yang pernah berhubungan dengan mereka yang positif Covid-19. Harapannya, dengan hasil pemeriksaan itu penyebaran virus bisa dibatasi.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).