SKK Migas: Lifting Migas per Kuartal I Capai 1,75 Juta BOEPD

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto saat berkunjung ke Kantor Tempo, Jakarta, 12 Juli 2019. TEMPO/Fardi Bestari

    Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto saat berkunjung ke Kantor Tempo, Jakarta, 12 Juli 2019. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyebutkan produksi siap jual atau lifting migas nasional hingga kuartal I pada 2020, mencapai 1,749 juta barel setara minyak per hari (BOEPD). Angka ini setara dengan 90,4 persen dari target lifting nasional sebesar 1,946 juta BOEPD.

    Dwi menyatakan, capaian lifting migas tersebut melampaui target teknis dalam Work, Program and Budget (WP&B) 2020 sebesar 1,728 juta BOEPD atau mencapai 101 persen. "Artinya kita berhasil melakukan langkah-langkah kreatif untuk meningkatkan produksi," kata Dwi dalam keterangan pers dari Kementerian ESDM di Jakarta, Sabtu, 18 April 2020.

    Lebih jauh Dwi merincikan, lifting migas terdiri atas lifting minyak di kuartal I 2020 sebesar 701 ribu barel minyak per hari (BOPD) atau 93 persen dari target APBN, yaitu 755 BOPD. Sementara lifting gas 5.866 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 88 persen dari target APBN, yaitu 6.670 MMSCFD.

    Meski belum mencapai target APBN mengingat kemampuan cadangannya, Dwi menyebutkan capaian ini telah didorong upaya optimalisasi serta pengembangan baru melalui pengeboran sumur baru, onstream proyek baru, dan pemeliharaan yang optimal.

    Khusus lifting gas, kata Dwi, ada penambahan 78 MMSCFD dari tiga proyek onstream. Tiga proyek itu adalah Lapangan Buntal-5 (45 MMSCFD), Grati Pressure Law (30 MMSCFD) dan Randugunting (3 MMSCFD).

    Dwi menjelaskan, lifting migas bisa digenjot lantaran implementasi pelaksanaan digitalisasi melalui integrated operation center (IOC) sejak 31 Desember 2019. Selain itu beroperasinya layanan one door service policy (ODSP) per Januari 2020.

    Pelaksanaan pilar transformasi tersebut, menurut Dwi, telah memberikan andil pada upaya peningkatan pengawasan dan memangkas birokrasi dengan penyelesaian berbagai perizinan dalam satu platform layanan ODSP dengan waktu yang lebih cepat. Hal ini yang berdampak positif bagi pelaksanaan investasi hulu migas 2020 di tengah tantangan wabah Corona atau Covid-19.

    Berikut rincian capaian lifting minyak kuartal I 2020 disumbang oleh 5 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) besar di Indonesia:

    1. Mobil Cepu LTD: 220 ribu BOPD

    2. PT Chevron: 182 ribu BOPD

    3. Pertamina EP: 81 ribu BOPD

    4. Pertamina Hulu Mahakam: 31 ribu BOPD

    5. Pertamina Hulu Energi OSES: 29 ribu BOPD

    Sementara lifting gas nasional disumbang oleh KKKS berikut:

    1. BP Berau LTD: 1.050 MMSCFD

    2. COPHI Grissik : 828 MMSCFD

    3. Pertamina EP : 752 MMSCFD

    4. PHM : 610 MMSCFD

    5. ENI Muara Bakau : 542 MMSCFD

    Selain fokus pada pencapaian target teknis yang telah ditetapkan pada WP&B, SKK Migas secara konsisten dan berkesinambungan melaksanakan berbagai program Filling The Gap (FTG) agar dapat dicapai penambahan produksi migas melalui penerapan inovasi dan operational excellence di hulu migas. SKK Migas juga membuat terobosan-terobosan untuk mengusahakan agar efisiensi di hulu migas dapat semakin ditingkatkan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.