Pandemi Corona, Dua Perusahaan Ini Tetap IPO

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Saham Gabungan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Sebanyak 149 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah melemah 28,52 poin atau 0,49 persen ke posisi 5.788. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Saham Gabungan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Sebanyak 149 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah melemah 28,52 poin atau 0,49 persen ke posisi 5.788. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap kedatangan dua perusahaan baru. Sepanjang 13 hingga 17 April 2020, ada dua perusahaan baru yang melantai di bursa, yaitu PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) dan PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT).

    “Sehingga, jumlah perusahaan yang tercatat baru selama 2020 menjadi 26 perusahaan,” kata Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, 18 April 2020. 

    Bumi Benowo Sukses Sejahtera adalah perusahaan yang bergerak pada sektor Property, Real Estate and Building Construction dengan subsektor Property and Real Estate. Sementara, Bhakti Multi Artha bergerak pada sektor Finance dengan subsektor Insurance.

    Yulianto mengatakan seremoni pencatatan perdana saham secara virtual ditayangkan pada kanal youtube BEI. Hal ini dilakukan sehubungan dengan antisipasi penyebaran Pandemi COVID-19 serta menaati peraturan Pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

    Adapun pada tahun lalu, BEI mencatat jumlah perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana melorot dari tahun sebelumnya. Tahun 2019, BEI merekap hanya terdapat 55 perusahaan yang melakukan aksi IPO dengan total dana Rp 14,78 triliun.

    Sedangkan perusahaan yang melantai perdana di bursa saham pada 2018 mencapai 57 emiten. Total dana segar yang dicatatkan dari IPO kala itu mencapai Rp 15,67 triliun.

    "Kami tahu, 2019 bukan merupakan tahun yang mudah dan itu juga berpengaruh terhadap indeks. Seperti yang kita lihat, IHSG mengalami pengaruh terhadap faktor eksternal," ujarnya di kantor BEI, Jakarta, dalam penutupan perdagangan saham pada Senin, 30 Desember 2019.

    Sehingga pada tahun 2020, BEI juga tidak memasang target muluk-muluk. “Kami ingin seperti 2 tahun yang lalu, minimal 57 perusahaan yang kami harapkan bisa jadi saham baru melalui IPO pada 2020,” kata Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi pada Kamis, 2 Januari 2020.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.