Pandemi Corona, Harga Sewa Properti Mall Turun di Kuartal I 2020

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pusat perbelanjaan di Grand Indonesia, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Penutupan sebagian pusat perbelanjaan dilakukan agar pekerjanya dapat berdiam di rumah dan mengurangi mobilisasi warga. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Suasana pusat perbelanjaan di Grand Indonesia, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Penutupan sebagian pusat perbelanjaan dilakukan agar pekerjanya dapat berdiam di rumah dan mengurangi mobilisasi warga. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga sewa properti mengalami penurunan pada kuartal I/2020 dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu. Penurunan tingkat keterisian menjadi penyebab penurunan harga. Selain itu, harga menjadi alasan pengembang agar tetap bisa mempertahankan para penyewa yang sudah ada. 

    Colliers International Indonesia mencatat harga sewa pusat perbelanjaan pada kuartal I/2020 berada di Rp 527.888 per meter persegi per bulan. Harga itu turun 6 persen dibandingkan dengan kuartal I/2019 (year on year/yoy) dan 0,06 persen dibandingkan dengan kuartal IV/2019 (quater on quarter/qoq).

    “Dengan adanya perlambatan secara umum, para pemilik properti ritel akan lebih berfokus pada mempertahankan tenant [penyewa] yang sudah ada dan terus menarik tenant baru dengan paket harga yang lebih menarik,” ungkap Andy Harsanto, Senior Associate Director Real Estate Management Services Colliers, melalui laporan tertulis seperti dikutip pada Jumat 17 April 2020.

    Pada kuartal IV/2020, Colliers telah memproyeksikan adanya kenaikan rata-rata harga sewa properti di Jakarta. Pasalnya, Colliers menilai sudah adanya sejumlah rencana proyek pusat belanja di area pusat niaga (central business district/CBD) dan Jakarta Selatan yang akan selesai dibangun tahun ini.

    “Proyeksi sebelumnya, harga sewa secara keseluruhan di Jakarta akan mengalami kenaikan sekitar 5 persen hingga 5,5 persen pada akhir 2020,” kata Andy.

    Selain itu, sekitar 25 persen mal yang ada di Jakarta sudah meningkatkan biaya layanan pada kuartal I/2020 dengan rata-rata Rp147.057 per meter persegi per bulan atau naik 3,6 persen yoy.

    Secara keseluruhan harga biaya layanan untuk mengisi mal di Jakarta diperkirakan akan tetap stabil. Namun, kemungkinan adanya lonjakan pasok baru, terutama mal kelas atas, akan mengalami kenaikan harga biaya layanan sekitar 5,1 persen–5,2 persen yoy.

    Ketika melihat kondisi yang terjadi saat ini karena sudah mulai banyak mal yang tutup setelah adanya aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), banyak pemilik mal maupun penyewa yang kesulitan meraup pendapatan.

    Sebagai bentuk respons tersebut, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) telah menawarkan sejumlah insentif bagi para penyewa. Salah satu insentifnya adalah dengan menawarkan penundaan pembayaran sewa dari April hingga Juni 2020.

    “Namun, insentif seperti itu tetap kembali diserahkan kepada para pemilik mal masing-masing karena tiap tenant diperlakukan berbeda-beda di tiap mal,” ungkap Andy.

    Selain insentif, fleksibilitas dari pemilik properti ritel juga mungkin dibutuhkan, seperti mempermudah jika ada penyewa yang harus mengundurkan diri dengan tidak memungut biaya tambahan atau tidak memakan waktu yang lama.

    “Dengan langkah seperti ini, juga membuka kesempatan bagi pemilik mal untuk menarik tenant yang lebih siap dari sisi perekonomian, ketika kondisi secara umum sudah kembali membaik,” kata Andy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.