Masih Cermati Pasar, Jasa Marga dan Waskita Belum Buyback Saham

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan bermotor melintas di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Senin, 23 Desember 2019. Memasuki H-2 Natal 2019, arus kendaraan bermotor terpantau lancar di gerbang tol tersebut pada Senin sore hingga malam. Sementara itu, sepanjang 20-22 Desember 2019 PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sudah 521.739 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju wilayah Timur, Barat, dan Selatan Pulau Jawa. ANTARA

    Sejumlah kendaraan bermotor melintas di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Senin, 23 Desember 2019. Memasuki H-2 Natal 2019, arus kendaraan bermotor terpantau lancar di gerbang tol tersebut pada Senin sore hingga malam. Sementara itu, sepanjang 20-22 Desember 2019 PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sudah 521.739 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju wilayah Timur, Barat, dan Selatan Pulau Jawa. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menyatakan masih mencermati kondisi pasar untuk merealisasikan pembelian kembali atau buyback saham.  

    Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto menyatakan bahwa pihaknya belum merealisasikan rencana buyback saham hingga saat ini. Adapun, total dana yang disiapkan untuk buyback mencapai Rp500 miliar.

    “Untuk buyback kami update terus market-nya, tapi untuk saat fokus kami lebih kepada penganan likuiditas di tengah pandemi Covid-19 ini,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat 17 April 2020.

    Di luar upaya buyback perseroan memang dihadapkan pada tantangan besar dari sisi pengelolaan likuiditas. Pendapatan perseroan pada 2 pekan terakhir Maret sudah mengalami penurunan hingga 30 persen.

    Penurunan ini sejalan dengan pemberlakukan social distancing atau pembatasan sosial di sejumlah wilayah. Penurunan pada bulan ini bisa bertambah mengingat adanya pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di area Ibu Kota.

    Penurunan ini diperkirakan bakal menekan arus kas hasil operasi perseroan. Namun demikian, Adri menyampaikan perseroan masih memiliki skema fasilitas pendanaan Rp4,75 triliun yang bisa ditarik jika dibutuhkan.

    Perseroan memulai rencana buyback dari 13 Maret 2020 hingga 12 Juni 2020. Rencana buyback ini disampaikan saat harga saham perseroan mulai menukik ke harga Rp3.900 per saham.

    Sejak pengumuman buyback, itu saham emiten berkode JSMR terus melanjutkan tren penurunan hingga menyentuh level terendahnya di angka Rp2.340 per saham pada 24 Maret 2020. 

    Harga saham JSMR kemudian mulai kembali menguat dalam beberapa pekan terakhir dan hari ini diperdagangkan pada level Rp2.920—Rp2.990 per saham.

    Sementara itu, Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan menyatakan bahwa pihaknya juga belum merealisasikan rencana buyback. Sebelumnya, perseroan menganggarkan buyback dengan dana maksimum Rp300 miliar.

    Buyback belum terealisasi, kita masih lihat situasi pasar,” ujarnya kepada Bisnis.

    Buyback sedianya dilakukan mulai 12 Maret 2020 hingga 12 Juni 2020. Sejak pengumuman buyback, laju WSKT terus menukik ke zona merah. Harga saham WSKT baru mulai menguat sejak 26 Maret 2020. Hari ini saham WSKT diperdagangkan pada rentang Rp620—Rp640 per saham.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.