Sri Mulyani Ungkap Alasan Banyak Negara Minta Bantuan IMF

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sambutannya pada sesi Global Market Award Ceremony dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018. ANTARA/ICom/AM IMF-WBG/Anis Efizudin

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sambutannya pada sesi Global Market Award Ceremony dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018. ANTARA/ICom/AM IMF-WBG/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan alasan banyaknya negara yang mulai antre meminta bantuan Dana Moneter Internasional (IMF).

    Dia mengungkapkan gejolak di pasar keuangan membuat investor dan pelaku pasar panik. Alhasil, investor memilih untuk memegang safe haven. Kondisi ini memicu capital outflow dari berbagai negara, terutama emerging countries.

    "Ini yang menyebabkan banyak negara minta bantuan IMF karena semua negara tertekan balance of payment dan cadangan devisanya," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Jumat, 17 April 2020.

    Sebelumnya, IMF menyatakan 100 dari 189 anggota IMF, yang separuhnya adalah negara berpenghasilan rendah, kini telah menghubungi pemberi pinjaman global itu untuk mendapatkan dana darurat.

    Sejauh ini, IMF baru menyediakan dana bantuan pinjaman sebesar US$ 1 triliun untuk membantu negara anggota dalam menangani pandemi virus corona Covid-19.

    Akan tetapi, Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath menilai akan lebih banyak lagi dana diperlukan bila krisis mencapai negara-negara berkembang.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).