Kurs Rupiah Tertekan Sentimen AS dan Pernyataan Sri Mulyani

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah menjadi Rp 15.787 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis, 16 April 2020. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuabi mengatakan pelamahan ini didorong oleh pelbagai faktor dari luar dan dalam negeri.

    "Dari sisi eksternal, kekhawatiran pasar muncul lantaran anjloknya data penjualan retail di Amerika Serikat yang mencapai minus 8,7 persen pada Maret 2020," katanya dalam keterangan pada Kamis, 16 April.

    Menurut Ibrahim, kondisi ini tercatat terendah dalam sejarah perdagangan Amerika Serikat sejak 1992. Selain itu, pelemahan juga dipacu indeks aktivitas manufaktur di kawasan New York yang terjun bebas menyentuh 78,2 persen dan efeknya menimbulkan tingkat pengangguran akibat virus corona bertambah.

    Adapun dengan kondisi ini, berbagai lembaga internasional seperti Dana Moneter (IMF), Bank Dunia, hingga OECD sudah memproyeksikan ekonomi akan tumbuh negatif di level 2,8 persen. Kondisi itu tertarik 6 persen. Kondisi itu memungkinkan industri perdagangan di seluruh dunia mengalami kontraksi hingga mengarah ke resesi.

    Sedangkan dari sisi internal atau dalam negeri, pelemahan didorong oleh kekecewaan pasar terhadap pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang ekspektasi buruknya ekonomi Indonesia karena virus corona yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh negatif. Sedangkan Bank Indonesia malah optimistis tentang fundamental ekonomi dalam negeri yang dinilai cukup tangguh.

    "Ini menjadi pertanyaan pasar, di manakah strategi bauran yang selama ini digadang-gadang pemerintah dan BI yang membuat mata uang garuda menguat?" katanya.

    Kurs rupiah menyentuh posisi Rp 15.787 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor). Data yang diterbitkan Bank Indonesia menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp 15.787 per dolar AS, melemah 80 poin atau 0,51 persen dari posisi Rp 15.707 pada Rabu, 15 April.

    Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menyentuh level Rp 15.726 per dolar AS pukul 10.08 WIB dengan depresiasi 151 poin atau 0,97 persen dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

    Adapun pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah ditutup melemah tipis 65 poin di level Rp 15.640 dari penutupan sebelumnya di level Rp 15.675. Ibrahim memprediksi, perdagangan pada Jumat esok akan menguat tipis di kisaran Rp 15.550 hingga Rp 15.570.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.