Optimistis, Jokowi Sebut Perekonomian RI Akan Pulih di 2021

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi membimbing pengucapan sumpah jabatan dalam pelantikan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Antar Waktu periode 2017-2022 dan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Istana Negara Jakarta, Rabu, 15 april 2020. Pool-Kompas/Wawan H Prabowo

    Presiden Jokowi membimbing pengucapan sumpah jabatan dalam pelantikan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Antar Waktu periode 2017-2022 dan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Istana Negara Jakarta, Rabu, 15 april 2020. Pool-Kompas/Wawan H Prabowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meyakini perekonomian nasional akan bangkit kembali di tahun 2021, terutama untuk sektor pariwisata. Musababnya, Jokowi yakin bahwa pandemi Virus Corona sudah akan berakhir di akhir tahun ini. 

    "Saya meyakini, ini hanya sampai pada akhri tahun. Tahun depan akan terjadi booming di bidang pariwisata," kata Jokowi saat membuka ratas mitigasi Covid-19 di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, Kamis, 16 April 2020 lewat konferensi video.

    Jokowi mengatakan setelah selama ini bertahan diam di rumah, kelak setelah situasi aman dari wabah Corona,  masyarakat akan terdorong dan segera menuntaskan dahaganya untuk bepergian.

    Seperti diketahui, saat ini, pemerintah telah mengimbau agar masyarakat agar berdiam di rumah dan melakukan aktivitasnya dari rumah. Pembatasan perjalanan pun dilakukan pemerintah demi memutus rantai penyebaran wabah di masa darurat corona ini.

    Selanjutnya, Jokowi memprediksi, jika masa kritis ini selesai, masyarakat akan langsung menikmati kembali keindahan alam Indonesia. Ia pun meminta para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif bersiap dan mengingat hal ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.