Alat Tes Virus Corona dari Kementerian Luhut Beroperasi Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang dokter berjalan di dekat alat tes swab virus Corona berupa Polymerase Chain Reaction diagnostic kit (PCR) di Laboratorium Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin, 6 April 2020. Alat tersebut nantinya dapat melakukan tes virus corona hingga 1.300 sampel tiap harinya. ANTARA

    Seorang dokter berjalan di dekat alat tes swab virus Corona berupa Polymerase Chain Reaction diagnostic kit (PCR) di Laboratorium Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin, 6 April 2020. Alat tersebut nantinya dapat melakukan tes virus corona hingga 1.300 sampel tiap harinya. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Alat pendukung laboratorium khusus untuk pengetesan virus corona atau Covid-19 bantuan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) akan mulai beroperasi pekan ini. Alat berbasis
    Reverse Transciption-Polimerase Chain Reaction (RT-PCR) itu masing-masing diberikan kepada fakultas kedokteran atau rumah sakit di tujuh universitas di Indonesia.

    Ketujuh universitas yang dimaksud adalah Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada. Kemudian, Universitas Airlangga, Universitas Udayana, dan Universitas Sumatera Utara.

    “Kami memberikan bantuan full satu set lab yang terdiri atas mesin ekstraksi RNA automatis, PCR, swab kit, reagen untuk ekstraksi RNA, baik yang manual maupun automatis, dan test kit untuk PCR," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan tertulis, Kamis, 16 April 2020.

    Luhut mengatakan pemberian bantuan itu dilaksanakan secara bertahap mulai pekan lalu hingga pekan depan. Ia berharap, masing-masing lab akan mampu mengetes 1.000 spesimen dalam sehari.

    Adapun alat-alat yang didonasikan untuk lab itu nantinya akan membantu mendukung penelitian terhadap virus-virus penyakit di Indonesia pada masa mendatang. Sehingga, bila nantinya terjadi wabah seperti virus corona, Indonesia sudah siap dengan ruang pengetesan yang lebih mumpuni.

    Selain alat untuk lab tes virus corona, Kementerian yang dipimpin Luhut sebelumnya juga memberikan bantuan berupa alat perlindungan diri (APD) kepada tim gugus tugas. Bantuan itu berupa baju pelindung, masker N95, kacamata medis, sarung tangan medis, dan pelindung muka. Jumlah keseluruhannya mencapai lebih dari 1 juta unit.

    Luhut mengakui saat ini alat penanganan untuk virus corona masih terbatas. Masalah itu menghambat kecepatan Indonesia dalam memerangi Covid-19, termasuk dalam melakukan tes uji spesimen. Karena itu, ia menyebut persoalan ini akan menjadi perhatian serius pemerintah.

    Ke depan pun, langkah penanganan Covid-19 juga akan berpengaruh terhadap kebijakan yang dibuat pemerintah. “Dalam minggu depan, kita akan mendatangkan reagen ekstraksi RNA secara manual untuk 50 ribu tes dan tambahan 50 ribu test secara gradual untuk reagen ekstraksi RNA secara automatis," katanya. Sehingga dalam waktu dekat, Indonesia akan mengetes 100 ribu spesimen.

    "Pemerintah akan terus melakukan upaya-upaya ekstra agar pandemic Covid19 ini bisa segera diatasi. Jadi masyarakat tidak perlu panik dan stress karena itu justru akan menurunkan imunitas tubuh” ujar Luhut.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.