Kunjungi Pabrik Masker, Ridwan Kamil Minta Produksi 1 Juta Sehari

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau biasa disapa Kang Emil bersama Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin mengunjungi salah satu pabrik pembuat masker di Kabupaten Bogor. Mereka meminta agar produksi salah satu alat perlindungan diri tersebut bisa segera ditingkatkan.

    "Saya dan Bupati Bogor @ademunawarohyasin meminta produksi dinaikkan minimal 1 juta masker per hari di akhir bulan ini," tulis Emil melalui akun sosial media Instagram pribadinya, Kamis 16 Maret 2020.

    Emil menuturkan, produsen-produsen telah menyanggupi permintaan tersebut. Mereka, kata Emil, sudah membeli mesin-mesin baru untuk meningkatkan produksi. 

    "Agar berlimpah melawan penimbun dan agar harga jadi murah (No mahal-mahal club)," tuturnya.

    Adapun penderita virus corona di Jawa Barat pun terus bertambah setiap harinya.  Hingga 16 April 2020 pukul 08.00 WIB, yang dikutip dari laman pikobar.jabarprov.go.id jumlah kasus corona di Tanah Sunda tersebut telah mencapai 559. Kemudian yang wafat telah sampai 52 orang dan sembuh sudah 23 orang.

    Emil mengungkapkan, produksi masker bedah di salah satu pabrik berlokasi di Kabupaten Bogor itu telah memenuhi standar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun ia tak menyebutkan nama dari pabrik tersebut.

    Emil mengatakan, dengan potensi Jawa Barat yang merupakan rumah dari 60 persen industri di Indonesia. Dia yakin, provisinnya bisa memproduksi masker bedah secara mandiri dan masif.

    "Jika Kabupaten Bogor cukup, lanjut Jawa Barat cukup, lanjut kirim ke provinsi lain se Indonesia agar cukup, baru setelah itu baru boleh ekspor menolong negara lain," ucapnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.