Holding Farmasi BUMN Segera Memproduksi Obat Covid-19

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Staf Khusus Kementerian BUMN Bidang Komunikasi Arya Sinulingga saat berbincang dengan awak media di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.  EKO WAHYUDI l Tempo.

    Staf Khusus Kementerian BUMN Bidang Komunikasi Arya Sinulingga saat berbincang dengan awak media di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020. EKO WAHYUDI l Tempo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan telah mendatangkan bahan baku obat dari luar negeri untuk membantu penanganan virus corona (Covid-19) di Indonesia. Segera setelah bahan baku tersedia, produksi obat tersebut akan dilakukan oleh holding farmasi pelat merah.

    Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyampaikan bahan baku obat itu digunakan untuk memproduksi oseltamivir dan chloroquine atau klorokuin. Bahan baku obat itu didatangkan dari India dengan menggunakan pesawat milik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

    “Kemarin kami sudah beli bahan obat oseltamivir sudah ambil bahan bakunya dari India, itu obat corona juga, jumlahnya 500 ribu tablet," kata melalui konferensi video, Rabu 15 April 2020.

     
     

    Menurut Arya, bahan baku yang didatangkan nantinya akan diproduksi oleh Holding Farmasi, PT Bio Farma (Persero). Adapun, hasil produksinya akan didistribusikan ke sejumlah jaringan RS, khususnya jaringan RS milik BUMN.

     

    Arya mengatakan Kementerian BUMN juga sudah mengimpor bahan baku untuk memproduksi 1 juta tablet klorokuin. Diyakini, kedua obat ini dapat digunakan untuk membantu memulihkan pasien Covid-19.

    Untuk diketahui, oseltamivir merupakan obat antiviral yang digunakan dalam penanganan influenza A dan B. Obat ini juga banyak digunakan untuk menangani kasus flu burung yang sempat mewabah beberapa tahun lalu.

    Sementara itu, chloroquine atau klorokuin adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati pasien malaria. Obat ini belakangan juga digunakan untuk menangani pasien Covid-19. Namun, dalam beberapa kasus, obat ini menimbulkan efek samping yang cukup berbahaya.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.