Tangani Corona Butuh 1.600 T, Gita Wirjawan: BI Harus Cetak Uang

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gita Wirjawan. Instagram

    Gita Wirjawan. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Perdagangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gita Wirjawan, menyarankan pemerintah menyiapkan setidaknya Rp 1.600 triliun untuk menangani wabah Virus Corona alias COVID-19 dalam enam bulan ke depan. Untuk memenuhi biaya tersebut, ia mengusulkan Bank Indonesia untuk melakukan pelonggaran kuantitatif alias mencetak uang untuk mengguyur masyarakat.

    "Ujung-ujungnya, ini duitnya dari mana? Mau gak mau harus dicetak, itu solusi dari saya," ujar Gita kepada Tempo, Rabu, 15 April 2020.

    Bank Indonesia, menurut dia, punya dua pilihan yaitu dengan mengeruk cadangan devisa atau mencetak uang dan membeli surat utang negara di pasar primer. Pilihan pertama dinilai berisiko menimbulkan fluktuasi, apalagi terhadap sentimen pasar. "Paling mudah adalah mencetak."

    Gita menyadari bahwa kebijakan mencetak uang bukanlah kebijakan yang disukai. Namun, ia melihat itu adalah satu-satunya langkah yang bisa dilakukan di tengah kondisi perekonomian dalam dan luar negeri yang lesu akibat pandemi Corona ini. "Kita mencari uang dari pasar domestik tipis, di pasar internasional juga tipis," ujarnya.

    Menurut Gita, Indonesia cukup beruntung dengan berhasil menerbitkan surat utang global US$ 4,3 miliar beberapa waktu lalu. Namun, ia tak yakin langkah yang sama bisa dilakukan lagi, apalagi dengan nominal yang lebih besar. Di tambah, ada risiko bunga yang kini sudah meningkat. Untuk itu, mencetak uang dinilai sebagai langkah yang paling mungkin dilakukan demi kepentingan nasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.