Tak Terkerek Surplus Neraca Perdagangan, IHSG Merosot 80,59 Poin

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas di hari pertama perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di zona hijau. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas di hari pertama perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di zona hijau. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Rabu 15 April 2020, ditutup pada zona merah dengan pelemahan mencapai 1,71 persen. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG ditutup di level 4.625,9 atau terkoreksi 80,59 poin dari level penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

     

    Pada perdagangan Selasa kemarin, IHSG moncer dan mampu menembus level 4.700 dan ditutup di level 4.706,9. Angka ini melambung 1,79 persen atau 82,60 poin dari perdagangan Senin. 

    Sebelum tergelincir dan berakhir merosot, pagi ini IHSG terpantau sempat melanjutkan penguatannya hingga ke level 4.747. Adapun sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif dalam kisaran 4.605,05-4.747,72.

     

    Sebanyak 9 dari 10 sektor dalam IHSG menetap di wilayah negatif, dipimpin aneka industri (-2,6 persen), infrastruktur (-2,35 persen), dan properti (-2 persen). Satu-satunya sektor yang berakhir positif adalah pertanian (+0,12 persen).

    Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher mengatakan, pergerakan IHSG hari ini masih dibayangi perkembangan terkait penyakit virus corona (Covid-19) yang semakin mengkhawatirkan dari dalam negeri. Seperti diketahui, per Rabu ini, pemerintah mencatat total pasien terkonfirmasi Covid-19 telah mencapai 5.136 kasus. Di antara jumlah tersebut, 469 pasien meninggal dunia dan 446 pasien dinyatakan telah sembuh.

    “Rilis neraca perdagangan yang surplus sesuai dengan ekspektasi pasar tak akan berpengaruh banyak,” lanjut Dennies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?