Pabrik Gencar Produksi APD: Luhut Klaim Tak Tergantung Impor

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi alat perlindungan diri (APD). REUTERS

    Ilustrasi alat perlindungan diri (APD). REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan perusahaan-perusahaan di dalam negeri kini telah masif memproduksi alat perlindungan diri disingkat APD.

    Dengan begitu, Indonesia pun tak akan bergantung lagi terhadap barang impor APD.

    "Mengenai APD kita enggak banyak bergantung karena untuk perawat dan pekerja di rumah sakit sudah dibuat di dalam negeri," ujarnya dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual pada Selasa petang, 14 April 2020.

    Menurut Luhut, sejumlah pabrik garmen kini mengalihkan produksinya untuk memperbanyak pasokan APD. Dengan dukungan pelaku usaha tersebut, ia pun memprediksi Indonesia bahkan akan dapat mengekspor APD beberapa waktu mendatang.

    Meski begitu, Luhut tak menampik bahwa Indonesia masih membutuhkan aktivitas impor untuk mendatangkan bahan-bahan material pembuat APD. Impor bahan material terbanyak, kata dia, berasal dari Korea Selatan dan Cina.

    Di samping itu, Luhut menyebut Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah untuk memproduksi ventilitator. Saat ini, ujar dia, jumlah ventilitator masih minim padahal banyak dibutuhkan oleh rumah sakit-rumah sakit untuk menangani pasien virus corona.

    "IPB sedang coba membuat ini (ventilator) karena sekarang rebutan ventilator," ujar Luhut. Luhut berharap, ke depan, Indonesia memiliki perusahaan yang mampu memproduksi alat-alat kesehatan secara lengkap, termasuk ventilitator.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.