BI Revisi Pertumbuhan Ekonomi 2020 Menjadi 2,3 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil rapat dewan gubernur BI bulan Januari 2020 di Jakarta, Kamis 23 Januari 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil rapat dewan gubernur BI bulan Januari 2020 di Jakarta, Kamis 23 Januari 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 menjadi 2,3 persen. Angka itu menurun dari perkiraan bulan lalu sebesar 4,2-4,6 persen.

    "Perekonomian nasional diprakirakan kembali membaik mulai triwulan IV 2020 dan secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 diprakirakan dapat menuju 2,3 persen dan akan meningkat lebih tinggi pada tahun 2021," kata Perry dalam siaran langsung pengumuman RDG BI di Bank Indonesia, Jakarta, Selasa, 14 April 2020.

    Selain dipengaruhi prospek perbaikan ekonomi global, pemulihan ekonomi nasional didorong berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas terkait.

    Dia mengatakan penurunan ekonomi global dan penyebaran Covid-19 di dalam negeri berdampak pada pertumbuhan ekonomi domestik yang diperkirakan menurun. Ekspor 2020 diproyeksi menurun akibat melambatnya permintaan dunia, terganggunya rantai penawaran global, serta rendahnya harga komoditas global.

    ADVERTISEMENT

    Sementara itu, pembatasan sosial dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 berdampak pada pendapatan masyarakat dan penurunan produksi sehingga menurunkan prospek permintaan domestik, baik konsumsi rumah tangga maupun investasi.

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat diperkirakan terutama terjadi pada triwulan II dan triwulan III 2020 sejalan dengan prospek kontraksi ekonomi global dan juga dampak ekonomi dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

    Adapun Rapat Dewan Gubernur BI pada 13-14 April 2020 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate di 4,5 persen. Suku bunga fasilitas simpanan juga turun 25 bps menjadi 3,75 persen, dan suku bunga fasilitas pinjaman turun 25 bps menjadi 5,25 persen.

    "Keputusan ini memperimbangkan perlunya untuk menjaga stabilitas eksternal termasuk menjaga nilai tukar rupiah di tengah ketidakpasian global yang masih tinggi," kata Perry.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.