GoFood Bakal Batasi Pembelian Sembako Agar Tak Dibeli Penimbun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi ojek online membeli pesanan sembako di Toko Tani Indonesia, Jakarta, Senin, 6 April 2020. Toko Tani Indonesia milik Kementerian Pertanian menyediakan jasa pembelian sembako lewat online dengan menggandeng Gojek. TEMPO/Tony Hartawan

    Pengemudi ojek online membeli pesanan sembako di Toko Tani Indonesia, Jakarta, Senin, 6 April 2020. Toko Tani Indonesia milik Kementerian Pertanian menyediakan jasa pembelian sembako lewat online dengan menggandeng Gojek. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gojek memperluas fitur GoFood untuk melayani pesan antar makanan, barang, dan bahan pokok. Chief Food Officer GoFood, Catherine Hindra Soetjahyo mengatakan sedang membahas maksimum jumlah pesanan agar mitra ojek online bisa mengangkat barang pesanan.

    "Dan juga ini bukan buat orang nimbun, ini benar-benar untuk bantu pelanggan yang butuh. Jadi ada pembatasan pembelian maksimum," kata Catherine dalam pertemuan online, Selasa, 14 April 2020.

    Dia juga mengatakan GoFood akan memberlakukan minimum pemesanan. Sedangkan jika pemesanan mencapai Rp 40 ribu, akan mendapatkan subsidi gratis pengiriman dari pemerintah.

    Bersama Kementerian Pertanian, kata Catherine, Gojek akan menambah jumlah titik distribusi. Saat peluncuran program, hanya ada 2 lokasi titik distribusi. Akhir minggu ini diharapkan ada 6 titik distribusi di Jabodetabek.

    "Dan kami juga akan melanjutkan ekspansi luar kota-kota itu," ujarnya.

    GoFood kini menawarkan berbagai pemenuhan kebutuhan, mulai dari bahan pokok sehari-hari, perlengkapan rumah tangga, bahan makanan, hingga layanan pesan-antar makanan dari gerai belanja modern.

    Menurut Catherine, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar membuat permintaan konsumen terhadap kebutuhan sehari-hari melonjak. Merespons hal itu, GoFood yang sebelumnya menyediakan layanan pesan makanan ready to eat, sekarang menyediakan makanan sehari-hari.

    "Seperti beras, gula, minyak, telur, bawang merah, cabe, bawang putih, bahan makanan, makanan siap masak, dan perlengkapan rumah tangga," ujar dia.

    Dengan begitu konsumen dapat semakin mempermudah akses pelanggan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika sedang menjalani aktivitas #dirumahaja di masa penerapan PSBB.

    Caranya, kata dia, pelanggan dapat memilih kategori Daily needs / Kebutuhan Sehari-hari di halaman GoFood untuk mendapatkan akses ke produk-produk itu. Lewat kategori daily needs tersebut, GoFood menawarkan bahan makanan (sembako), makanan setengah jadi (frozen food), makanan kemasan, hingga obat-obatan dari empat (4) gerai belanja modern dengan cakupan luas di Jabodetabek yaitu Alfamart, Circle K, Lawson, dan Family Mart.

    Selain itu, GoFood bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk menjual 11 bahan pangan pokok untuk menjaga pasokan dan ketersediaan kebutuhan bahan pokok selama masa pandemi COVID-19 di Indonesia.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.