Stabilkan Rupiah, BI Diperkirakan Bakal Pertahankan Suku Bunga

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo atau ilustrasi Bank Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

    Logo atau ilustrasi Bank Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta memperkirakan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 Day Repo Rate di 4,5 persen. Hal itu dilakukan agar mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

    Dia melihat saat ini harapan pelaku pasar ialah berkaitan dengan berakhirnya wabah virus Corona atau Covid-19, serta bagaimana eksekusi pemerintah dalam rangka mitigasi risiko penanganan wabah tersebut, terutama dalam bidang ekonomi.

    "Di sisi lain, para pelaku pasar juga berharap akan adanya capital inflow yang mengalir ke pasar modal di tanah air, serta pemerintah mampu meningkatkan iklim investasi yang positif ke depan, khususnya di sektor riil," kata Nafan saat dihubungi, Selasa, 14 April 2020.

    Ekonom Permata Bank Josua Pardede  juga memperkirakan RDG April BI mempertahankan BI7RR tetap di level 4,5 persen. Hal itu mempertimbangkan beberapa indikator makroekonomi.

    "Pertama, inflasi hingga akhir tahun 2020 diperkirakan akan tetap stabil di kisaran 2,9-3,3 persen, masih dalam target sasaran inflasi BI tahun ini di kisaran 2 hingga 4 persen," kata Josua.

    Dia menilai terkendalinya inflasi tahun 2020 ini dipengaruhi oleh dampak negatif dari penyebaran virus Corona terhadap perekonomian, di mana potensi perlambatan ekonomi domestik termasuk penurunan laju konsumsi rumah tangga akan membatasi tekanan demand pull inflation.

    Kedua, kata dia, perkembangan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek ini masih dipengaruhi oleh sentiment risk averse di tengah corona mempertimbangkan eskalasi secara global yang terus meningkat.

    Dalam perdagangan kemarin rupiah ditutup di level Rp 15.630 per dolar AS atau terapresiasi 1,57 persen atau 250 poin. Penguatan rupiah jauh memimpin kinerja mata uang Asia lainnya yang mayoritas justru melemah di hadapan dolar AS.

    Penguatan tersebut pun melanjutkan kinerja rupiah pada akhir pekan lalu yang melesat hingga 2,28 persen. Capaian tersebut menjadi kinerja harian terbaik rupiah sejak 7 Oktober 2015, yang kala itu terapresiasi 3,1 persen. Adapun, sepanjang tahun berjalan 2020 rupiah telah terkoreksi 12,7 persen.

    Adapun RDG BI digelar pada 13-14 April 2020. Pada siang ini BI akan mengumumkan hasil RDG bulanan tersebut yang di antaranya terkait suku bunga acuan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.