Jokowi Minta Jaring Pengaman Sosial Covid-19 Dikebut Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendengarkan pidato dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz saat mengikuti forum KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis, 26 Maret 2020. Dalam KTT Luar Biasa tersebut, ada beberapa hal yang menjadi kesepakatan bersama, salah satunya seluruh negara akan patungan membuat vaksin virus Corona.  ANTARA/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendengarkan pidato dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz saat mengikuti forum KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis, 26 Maret 2020. Dalam KTT Luar Biasa tersebut, ada beberapa hal yang menjadi kesepakatan bersama, salah satunya seluruh negara akan patungan membuat vaksin virus Corona. ANTARA/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta agar pelaksanaan jaring pengaman sosial untuk warga terdampak wabah Corona atau Covid-19 bisa dikebut dan berjalan mulai pekan ini. Jokowi menegaskan bahwa bantuan sosial ini sudah sangat mendesak dan berdampak besar bagi sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.

    "Saya minta Menteri Sosial, Menteri Keuangan juga, minggu ini semuanya harus bisa jalan," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas membahas laporan Tim Gugus Tugas, lewat video conference, Senin, 13 April 2020.

    Program jaring pengaman sosial ini sebelumnya telah diumumkan Jokowi. Mulai dari Kartu Prakerja, bantuan bagi Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sosial langsung, kartu sembako, hingga pembagian sembako di Jabodetabek. "Semuanya harus jalan minggu ini," kata Jokowi.

    Jokowi mengatakan, kemarin, ia sudah turun langsung ke lapangan. Ia mengaku melihat kebutuhan bantuan sosial tersebut sudah sangat ditunggu oleh masyarakat. Sehingga, presiden tak ingin program tersebut dinilai sebagai wacana belaka oleh masyarakat.

    "Nanti di bawah melihat kita ini hanya omong saja, tapi barang tidak sampai ke rakyat ke masyarakat," kata Jokowi.

    Sebelumnya, Presiden Jokowi memastikan bahwa semua pihak tampa kecuali, turut merasakan dampak dari pandemi virus Corona atau Covid-19. Menurut Jokowi, semua pihak terkena dampaknya, tidak terkecuali pengusaha, pegawai, pekerja pabrik, sopir taksi, sopir bus, sopir truk, kernet, pengemudi ojek, petugas parkir, para pengrajin, pedagang kecil, pelaku usaha mikro, dan masih banyak lagi.

    "Untuk mengurangi dampak itulah, pemerintah berupaya menjaga pemenuhan kebutuhan pokok dan meningkatkan daya beli masyarakat di lapisan bawah," kata Jokowi melalui akun Instagramnya, Jumat, 10 April 2020.

    Bantuan sosial atau bansos untuk menangkis dampak pandemi corona itu tidak diberikan untuk pengemudi ojek online atau ojol saja. Jokowi merinci, bansos diberikan melalui Program Keluarga Harapan, Kartu Sembako, Kartu Prakerja, pembebasan dan keringanan tarif listrik, dan sebagainya, yang telah disampaikan.

    Minggu ini, menurut Jokowi, pemerintah memutuskan beberapa kebijakan baru, yaitu bantuan khusus bahan pokok dari pemerintah pusat kepada 2,6 juta jiwa (1,2 juta kepala keluarga) warga DKI Jakarta dan 1,6 juta jiwa (576 ribu kepala keluarga) warga di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

    EGI ADYATAMA | HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?