Jokowi Ingatkan Pandemi Corona Bisa Sebabkan Krisis Pangan Dunia

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti forum KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis, 26 Maret 2020. Dalam pernyataannya, Jokowi mengatakan bahwa G20 harus memotori gerakan solidaritas dunia dalam penanganan virus corona agar pandemi tersebut tidak mengganggu kemitraan dan kerja sama yang sudah dibangun antar anggota selama bertahun-tahun. Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti forum KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis, 26 Maret 2020. Dalam pernyataannya, Jokowi mengatakan bahwa G20 harus memotori gerakan solidaritas dunia dalam penanganan virus corona agar pandemi tersebut tidak mengganggu kemitraan dan kerja sama yang sudah dibangun antar anggota selama bertahun-tahun. Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta jajaran menterinya untuk menjaga kesiapan pangan Indonesia di tengah wabah virus corona Covid-19. Terlebih sudah muncul peringatan dari FAO (Food and Agriculture Organization) bahwa pandemi ini bisa berdampak pada pangan dunia.

    "Kita garisbawahi mengenai peringatan bahwa pandemi Covid-19 ini bisa berdampak pada kelangkaan pangan dunia atau krisis pangan dunia," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas memebahas laporan Tim Gugus Tugas, lewat video conference, Senin, 13 April 2020.

    Ia meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar selalu mengingatkan para kepala daerah untuk menjaga ketersediaan bahan-bahan pokok.

    Selain itu, mereka harus bisa membuat perkiraan-perkiraan ke depan, sehingga pemerintah bisa memastikan tidak terjadi kelangkaan bahan pokok dan harga yang masih terjangkau.

    Jokowi meminta pasokan dan harga bahan pokok dipastikan. Stok pangan pun diharapkan tak hanya melihat dari produksi pangan saat ini.

    "Mungkin panen yang ini baik, tapi panen yang pada penanaman yang ke bulan Agustus September yang kedua nanti betul-betul dilihat secara detil, sehingga tidak mengganggu produksi rantai pasok maupun distribusi dari bahan-bahan pangan yang ada," kata Jokowi.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.