IHSG Diprediksi Menguat Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada Senin pekan depan menguat berdasarkan analisa teknikal. Menurutnya, jika Senin terjadi penguatan maka sepekan masih ada peluang untuk menguat.

    "Semuanya tergantung kepada keberhasilan pemerintah khususnya, maupun state actors pada umumnya dalam rangka mitigasi resiko menghadapi pandemi Covid-19," kata Nafan saat dihubungi, Sabtu, 11 April 2020.

    Dia mengatakan akan ada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, serta neraca perdagangan yang akan menjadi perhatian bersama para pelaku.

    Adapun kemarin, 9 April IHSG ditutup menguat 0.48 oersen di level 4.649,08. Berdasarkan rasio fibonacci, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 4.529,48 dan 4.397,44. Sementara itu, resistance
    pertama maupun kedua memiliki range pada 4.697,67 hingga 4.883,15.

    Berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral.

    "Di sisi lain, terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance," ujar dia.

    Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee memperkirakan pasar saham Indonesia menguat pada awal pekan. Hal itu, kata dia, didorong oleh positifnya kasus baru Covid-19 di dunia yang mulai turun, serta stimulus besar dari pemerintah Amerika Serikat dan The Fed.

    "Support IHSG di level 4.393 sampai 4.194 dan resistance di level 4.975 sampai 5.040. Lakukan BOW bila terjadi pemahan IHSG," kata Hans.

    Dia menilai pasar mungkin masih akan fluktuasi pada pekan ini dan kecenderungan menguat di awal-awal pekan dan berpeluang terkoreksi di akhir-akhir pekan.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.