India Lockdown, Bos Bulog Curhat Kesulitan Impor Daging Kerbau

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso melepas 20 truk untuk operasi pasar wilayah DKI Jakarta dari Kantor Pusat Perum Bulog, Senin, 23 September 2019. TEMPO/Eko Wahyudi

    Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso melepas 20 truk untuk operasi pasar wilayah DKI Jakarta dari Kantor Pusat Perum Bulog, Senin, 23 September 2019. TEMPO/Eko Wahyudi

    TEMPO.CO, JakartaDirektur Utama Perum Badan Urusan Logistik atau Bulog Budi Waseso melaporkan kendala perseroan untuk melakukan impor daging kerbau dalam rangka menambah pasokan daging menjelang bulan Ramadan. Pria yang biasa disapa Buwas itu mengatakan impor itu kini sulit dilaksanakan lantaran India sebagai negara pemasok daging kerbau ke Tanah Air, kini sedang lockdown akibat wabah Virus Corona alias Covid-19.

    Sebenarnya, kata Buwas, rencana untuk mengimpor daging kerbau telah diajukan sejak Januari lalu. Bahkan perkara impor daging kerbau itu pun sudah dibahas dan diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Namun, izin impor kala itu tak kunjung keluar.

    "Izin tersebut baru diberikan ketika telah terjadi wabah Covid-19," ujar Buwas dalam rapat bersama Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis, 9 April 2020. Pasca terjadinya wabah Corona di seluruh dunia, India pun melakukan lockdown. Imbasnya, impor daging dari sana pun terhambat.

    Upaya Buwas mendatangkan daging kerbau tak berhenti di sana. Ia mencoba untuk membeli daging kerbau dari Malaysia, yang juga mengimpor dari India. "Daging itu stuck di sana tidak bisa digunakan karena di-lockdown," ujar dia. Malaysia pun, tutur dia, tidak berani mengeluarkan stok itu lantaran ada aturan dari negaranya.

    Buwas menegaskan bahwa upaya mengimpor daging kerbau itu menjadi terhambat lantaran keterlambatan pada perizinan. Ia juga tidak mengantisipasi akan adanya wabah Covid-19 yang berimbas kepada pengiriman pangan tersebut. "Jadi terus terang mengenai daging kerbau ini kami tidak dapat mendatangkan, karena jujur di sana India tidak bisa lagi."

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah membuka impor 100.000 ton daging kerbau yang ditugaskan kepada Perum Bulog untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging dalam negeri. Kebijakan membuka keran impor daging kerbau ini diputuskan dalam rapat koordinasi pangan di Kantor Kemenko Perekonomian pada Jumat ini, 6 Maret 2020 antara lain bersama Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Perum Bulog.

    Kala itu, Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Bulog Bachtiar mengatakan penugasan dengan kuota 100.000 ton daging kerbau ini diberikan untuk importasi dalam kurun waktu 1 tahun. Sementara itu, impor yang akan dilakukan dalam waktu dekat, yakni sebesar 25.000 ton daging kerbau dari India guna memenuhi kebutuhan konsumsi pada Ramadhan dan Idul Fitri 1441 Hijriah yang jatuh April-Mei 2020.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.