Ada Corona, Bos Amazon Tetap Jadi Orang Terkaya versi Forbes

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Amazon Jeff Bezos, memutuskan untuk mundur dari D.E. Show & Co pada tahun 1995, dan memulai usaha toko buku online Amazon.com. kREUTERS/Andrew Couldridge

    CEO Amazon Jeff Bezos, memutuskan untuk mundur dari D.E. Show & Co pada tahun 1995, dan memulai usaha toko buku online Amazon.com. kREUTERS/Andrew Couldridge

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah nama lama masih bertahan dalam daftar sepuluh besar orang terkaya di dunia pada 2020 versi Forbes di tengah pandemi virus corona.

    Dilansir Forbes World’s Billionaires, Rabu, 8 April 2020, Jeff Bezos menjadi orang terkaya di dunia dalam tiga tahun berturut-turut. Meski kekayaannya telah menyusut akibat pembagian harta gono-gininya kepada mantan istrinya MacKenzie Bezos senilai US$ 36 miliar, Bezos mampu mempertahankan nilai asetnya hingga US$ 113 miliar.

    Bezos yang memiliki Amazon ini tengah disorot karena justru merekrut 100.000 pekerja untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen di tengah pemberlakukan kebijakan stay at home.

    Orang terkaya kedua di dunia masih dipegang oleh Bill Gates yang diikuti oleh taipan barang mewah Bernard Arnault. Posisi Arnault bahkan menggeser peringkat Warren Buffett ke nomer empat dengan total aset mencapai US$ 67,5 miliar.

    Sementara itu, posisi orang terkaya nomor 8, 9, dan 10 diambil oleh dinasti Walmart yakni Jim Walton, Alice Walton, dan Rob Walton.

    Forbes menyatakan bahwa pandemi virus corona ini membuat jumlah miliarder dunia berkurang yakni 58 lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Sekitar 51 persen bahkan dilaporkan mengalami penyusutan kekayaan. Secara keseluruhan, aset yang dimiliki para miliarder ini tercatat turun US$ 700 miliar dibandingkan 2019.

    Riset Forbes ini juga menyebutkan miliarder yang memanen pundi-pundi dolar terbanyak diraih oleh Qin Yinglin. Pengusaha yang bergerak di bidang peternakan babi ini berada di posisi 43 dengan jumlah aset US$ 18,5 miliar. Angka ini melonjak US$ 14,2 miliar pada 2019, setelah sahamnya tumbuh tiga kali lipat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.