Keinginan IPO Glenn Fredly Saat Tampil di Bursa Efek Indonesia

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Glenn Fredly meninggal karena sakit radang selaput otak atau meningitis. Saat ini jenazah Glenn masih berada di rumah sakit. Instagram/@Glennfredly309

    Glenn Fredly meninggal karena sakit radang selaput otak atau meningitis. Saat ini jenazah Glenn masih berada di rumah sakit. Instagram/@Glennfredly309

    TEMPO.CO, Jakarta - Musisi Glenn Fredly meninggal pada Rabu, 8 April 2020 pukul 18.47 WIB dalam usia 44 tahun di RS Setia Mitra, Cilandak, Jakarta Selatan.

    Saat tampil di Bursa Efek Indonesia pada 2017, Glenn Fredly mengutarakan rencana membawa perusahaannya, Bumi Entertainment, melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO, dan resmi menjadi salah satu emiten.

    "Masa depan Indonesia ada di industri kreatif dan kekuatan saya juga ada di situ. Ke depannya, saya juga mau bawa perusahaan saya ke sini [lantai bursa]," ungkapnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, 30 November 2017.

    Bumi Entertaintment adalah perusahaan yang bergerak di bidang manajemen artis, rekaman musik, dan berbagai produk kreatif lainnya.

    Glenn menuturkan, masa depan ekonomi Indonesia akan ada pada industri kreatif. Dia mencontohkan Korea Selatan, yang kini tengah tenar dengan industri film dan tarik suara.

    Saat itu, BEI mengundang Glenn untuk menutup perdagangan harian di akhir November 2017. Kedatangan Glenn diharapkan mengajak masyarakat melakukan peralihan dari simpanan di tabungan dan deposito menjadi ke reksa dana dan saham.

    Glenn mengkampanyekan untuk memulai investasi saham tidak harus dimulai dengan dana yang besar. Sebab, investasi di pasar modal bisa dimulai dari Rp 100 ribu.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.