Pemerintah Segera Pasok 250 Ribu Ton Gula Pasir ke Pasar

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menimbang gula pasir eceran di Pasar Senen, Jakarta, Seni, 16 Maret 2020. Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan kembali menerbitkan Surat Perizinan Impor (SPI) untuk 550 ribu ton gula. Langkah impor dilakukan, karena menurut Suhanto, harga gula di pasar masih terbilang cukup tinggi yakni sekitar Rp 20 ribu per kilogram. TEMPO/Tony Hartawan

    Pedagang menimbang gula pasir eceran di Pasar Senen, Jakarta, Seni, 16 Maret 2020. Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan kembali menerbitkan Surat Perizinan Impor (SPI) untuk 550 ribu ton gula. Langkah impor dilakukan, karena menurut Suhanto, harga gula di pasar masih terbilang cukup tinggi yakni sekitar Rp 20 ribu per kilogram. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian segera menggelontorkan 250 ribu ton gula pasir konsumsi ke pasar guna menekan dan menstabilisasi harga komoditas tersebut yang maish tinggi.

    Saat meninjau pabrik gula milik PT Angels Products di Cilegon, Banten, guna mengecek ketersedian komoditas tersebut, terutama di masa pandemi corona dan menghadapi Ramadan serta hari raya Idul Fitri, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, di Cilegon, Rabu, 8 April 2020, mengatakan, "Kami sudah memastikan ketersediaan stok gula sebagai sikap cepat agar kelangkaan dapat diatasi sesegera mungkin."

    Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata gula pasir nasional hingga Rabu sudah mencapai Rp 18.550 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) gula yakni Rp 12.500 per kg.

    Oleh karena itu, Syahrul menegaskan Kementerian Pertanian bersinergi dengan kementerian terkait dan Kepolisian RI untuk secepatnya menstabilkan harga gula. Kesiapan dalam negeri terus diupayakan bersamaan dengan impor dari negara lain yang diharapkan dapat segera masuk, terutama dalam menangani isu kelangkaan.

    Kementerian Perdagangan sebelumnya telah mengeluarkan keputusan untuk mengalihkan stok gula rafinasi sebesar 250 ribu ton yang biasa digunakan oleh industri makanan dan minuman, untuk diolah menjadi gula kristal putih atau gula konsumsi masyarakat.

    Sebanyak 250 ribu ton gula rafinasi tersebut saat ini berada di pabrik-pabrik industri gula di Indonesia. Artinya, tidak memerlukan waktu lagi untuk memasukkan barang tersebut ke dalam negeri, atau tidak diperlukan impor.

    Sementara itu, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengatakan pihaknya bersama Kementan, Kementerian Perdagangan serta Kementerian Perindustrian melakukan evaluasi terkait gula setiap harinya.

    Evaluasi tersebut menyangkut gula yang diproduksi petani tebu dalam negeri dan gula kristal putih dari impor maupun penugasan untuk memproses gula rafinasi oleh industri yang kemudian akan diarahkan ke masyarakat.

    Sigit menegaskan pihaknya akan bertindak serius dalam pengawasan ketersediaan dan distribusi pangan, terutama di masa wabah corona dan menjelang Ramadhan. Saat ini, sudah ada 15 kasus yang sedang ditangani Bareskrim terkait penimbunan pangan.

    "Satgas pangan juga selalu melakukan pemantauan harga pangan. Jika harga melebihi harga pasaran, kita akan telusuri dan kita beri sanksi yang tegas jika ada terjadi penimbunan," kata Sigit.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.