Corona, Jumlah Transaksi Sayurbox Melonjak Empat Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Sayurbox. Istimewa

    Ilustrasi Sayurbox. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Di masa pandemi virus Corona, sejumlah perusahaan jasa tampak mencatatkan transaksi yang moncer karena kebanjiran pesanan. Salah satunya ialah perusahaan aplikasi penyedia layanan pemesanan sayur online, Sayurbox.

    Chief Product Officer Sayurbox Metha Trisnawati bercerita, sejak virus Corona mewabah, transaksi di perusahaannya melonjak hingga empat kali lipat. Pesanan itu datang dari pelbagai titik di Jakarta dan kota-kota sekitarnya yang warganya tengah menjalankan gerakan jaga jarak atau physical distancing.

    "Kami sedang fokus melakukan peningkatan kapasitas operasional untuk memenuhi permintaan yang meningkat drastis," ujar Metha dalam pesan pendek kepada Tempo, Rabu, 8 April 2020.

    Metha menjelaskan, untuk memenuhi pesanan pelanggan yang membludak, perusahaannya mesti menambah sumber daya manusia atau SDM. Tambahan tenaga itu khususnya diperlukan untuk jasa kurir yang akan mengantarkan produk pesanan pelanggan.

    Sembari menambah kurir, Metha memastikan tim Sayurbox saat ini juga sedang menyiapkan tambahan kuota kapasitas operasional pasca-diterbitkannya aturan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di Jakarta. Pada masa PSBB itu, dia menyebut tim akan tetap melayani kebutuhan konsumen dengan optimal.

    Di samping itu, Metha mengatakan perusahaan juga berupaya menjalankan protokol keselamatan bagi seluruh pekerjanya. "Kami memastikan prosedur kesehatan berjalan dengan baik," ucapnya.

    Sayurbox adalah perusahaan aplikasi penyedia jasa pesanan sayur antar yang menghubungkan petani dengan pembeli. Sayurbox saat ini banyak memasok sayur dari sejumlah hub di Jawa Barat. Sedangkan untuk buah, perusahaan memasok dari Jawa Timur.

    Chief Financial Officer Sayurbox Arif Zamani, beberapa waktu lalu, mengatakan perusahaannya telah menerapkan skema business contuniuty plan selama pandemi virus corona. Wujud penerapan kebijakan itu berupa pembagian masker untuk semua tim operasional, termasuk pengemudi. "Kemudian men-supply disinfektan di setiap delivery hub, dan suplai vitamin," katanya, akhir Maret lalu.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.