Mayoritas Saham Tertekan, Pagi Ini IHSG Terkoreksi 1,45 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas di hari pertama perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di zona hijau. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas di hari pertama perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di zona hijau. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini, Rabu 8 April 2020 kembali melemah seperti kemarin. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terpantau melemah 1,45 persen atau 69,45 poin ke level 4.709,19 pada pukul 09.15 WIB dibandingkan level penutupan sehari sebelumnya.

     

    Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup di level 4.778,64 dengan pelemahan 0,69 persen atau 33,19 poin. Pelemahan berlanjut pagi ini dengan dibuka merosot lebih dari 1 persen. Sepanjang perdagangan pagi ini, indeks bergerak dalam kisaran 4.681,96-4.780,21.

     

    Sebanyak 9 dari 10 sektor dalam IHSG bergerak negatif, dipimpin infrastruktur (-2,75 persen), aneka industri (-1,94 persen), dan barang konsumsi (-1,88 persen). Satu-satunya sektor yang bergerak positif adalah pertanian dengan kenaikan tipis 0,01 persen.

    Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG akan bergerak cenderung flat di tengah fluktuatifnya bursa regional. “Para pelaku pasar masih mempunyai kekhawatiran akan terjadinya perlambatan ekonomi AS yang juga berpotensi terjadi resesi dikarenakan wabah virus corona,” tulis Samuel Sekuritas.

    Dari dalam negeri, sentimen datang dari diberikannnya fasilitas Repo oleh The Fed untuk Indonesia sebesar US$ 60 miliar. Menurut ekonom Samuel Sekuritas, hal ini menunjukan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara strategis bagi AS.

    “Dana tersebut dapat digunakan untuk menjaga stabilitas Rupiah di tengah defisit APBN yang diperkirakan akan mencapai Rp 1.000 triliun,” papar analis Samuel Sekuritas seperti dikutip dari publikasi riset harian.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.