Efek Corona, 4 Bank BUMN Restrukturisasi Kredit Rp 28 T

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso meninggalkan gedung KPK setelah pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. Wimboh Santoso diperiksa sebagai saksi untuk pengembangan penyelidikan kasus tindak pidana korupsi aliran dana bailout Bank Century yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso meninggalkan gedung KPK setelah pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. Wimboh Santoso diperiksa sebagai saksi untuk pengembangan penyelidikan kasus tindak pidana korupsi aliran dana bailout Bank Century yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat bank BUMN besar telah merestrukturisasi kredit 168.479 debitur terimbas virus corona Covid-19 dengan total hingga Rp 28,7 triliun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bank tersebut BRI, BNI, BTN dan Bank Mandiri.

    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menuturkan seluruh direktur utama bank dan lembaga nonbank telah memilih untuk melakukan restrukturisasi kredit bagi nasabah yang terkendala pandemi virus Corona. "Ada yang sudah melakukan, tetapi kami belum tahu untuk bank-bank kecil," ujar Wimboh dalam dengar pendapat dengan Komisi XI DPR, Selasa, 7 April 2020.

    Dari data OJK, sebanyak 56 bank umum konvensional, 13 bank umum syariah, 7 BPD, 64 BPR/S, dan 110 perusahaan pembiayaan telah menyediakan restrukturisasi.

    Adapun, data dari empat bank BUMN besar yang dikutip dari data OJK yaitu:

    1. Bank BRI sebesar Rp 14,9 triliun dengan 134.258 debitur
    2. Bank BNI Rp6,9 triliun dengan 6,238 debitur
    3. Bank BTN Rp2,8 triliun dengan 17.481 debitur
    4. Bank Mandiri Rp4,1 triliun dengan 10.502 debitur

    Wimboh melihat upaya ini harus memiliki komunikasi yang baik karena restrukturisasi dilakukan bagi bank dan lembaga keuangan di seluruh Indonesia.

    "Tentunya ini harus setiap lembaga keuangan dan bank mengeluarkan statement tersebut." OJK sendiri membatasi waktu maksimal untuk restrukturisasi, yakni dalam jangka waktu satu tahun.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.