Produksi Bertambah, Harga Minyak Mentah Turun jadi USD 26,08

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang lelaki berdiri dekat dengan kilang Cardon, milik perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA di Punto Fijo, Venezuela 22 Juli 2016. [REUTERS]

    Seorang lelaki berdiri dekat dengan kilang Cardon, milik perusahaan minyak negara Venezuela PDVSA di Punto Fijo, Venezuela 22 Juli 2016. [REUTERS]

    TEMPO.CO, JakartaHarga minyak jatuh pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) setelah Arab Saudi dan Rusia menunda pertemuan produsen minyak yang bertujuan mengatasi meningkatnya kelebihan pasokan di seluruh dunia ketika permintaan turun akibat pandemi virus Corona.

    Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, turun US$ 2,26 atau 8 persen menjadi US$ 26,08 per barel. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni, turun 3,1 persen menjadi US$ 33,05 per barel.

    Penurunan harga komoditas itu terjadi bahkan setelah CEO Dana Investasi Langsung RusiaKirill Dmitriev menyebutkan Rusia dan Arab Saudi "sangat dekat" dengan kesepakatan pengurangan produksi minyak. 

    "Saya pikir seluruh pasar memahami bahwa kesepakatan ini penting dan akan membawa banyak stabilitas, stabilitas yang sangat penting bagi pasar, dan kami sangat dekat," kata Dmitriev dalam wawancara daring dengan CNBC.

    Harga minyak AS turun lebih besar daripada patokan global Brent. Hal ini terjadi setelah laporan dari penyedia data Genscape menunjukkan bahwa persediaan di pusat penyimpanan Cushing di Oklahoma, titik pengiriman untuk WTI, naik sekitar 5,8 juta barel pekan lalu, kata para pedagang seperti dikutip oleh Reuters.

    Jika angka-angka itu dicocokkan dengan data resmi Badan Informasi Energi AS terlihat peningkatan stok mingguan kelima berturut-turut di pusat penyimpanan dan peningkatan mingguan terbesar pada catatan sejak 2004.

    "Tangki penyimpanan global akan terus terisi dan begitu kapasitas penyimpanan tercapai, harga minyak bisa jatuh bebas," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York. "OPEC+ mungkin memiliki beberapa bulan sebelum kapasitas penyimpanan global tercapai, sehingga pengurangan produksi harus terjadi tidak peduli apapun."

    Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia, diperkirakan akan mengadakan konferensi video pada Kamis mendatang untuk membahas pengurangan produksi minyak. 

    Konferensi video OPEC + yang dijadwalkan untuk Senin telah ditunda hingga Kamis dan penundaan berkontribusi pada ketidakpastian di pasar tentang prospek pengurangan produksi, para ahli mencatat.

    Adapun harga minyak anjlok ke posisi terendah multi-tahun setelah OPEC+ gagal menyepakati pengurangan produksi baru di Wina bulan lalu, sebagian menyebabkan jatuhnya pasar keuangan global.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.