Kepala BKPM Ingin Jemput Bahan Baku APD dari Korea dan Cina

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bahlil Lahadalia tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 20 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Bahlil Lahadalia tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 20 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan ingin menjemput bahan baku Alat Pelindung Diri (APD) dari Korea Selatan dan China. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan produksi kebutuhan tenaga medis itu terpenuhi dalam penanganan wabah Virus Corona baru atau COVID-19 di Indonesia.

    Pihaknya akan berkoordinasi baik dengan industri dan Kementerian BUMN guna menjemput bahan baku APD dari negara tersebut. "Kami melakukan langkah-langkah koordinasi dengan industri-industri, pabrik-pabrik, dan Kementerian BUMN untuk bagaimana caranya kita bisa menjemput bahan baku," kata Bahlil Lahadalia saat menyerahkan bantuan dari investor Korea Selatan LG untuk penanganan COVID-19 di Jakarta, Senin, yang juga ditayangkan melalui konferensi video.

    Mantan Ketua Umum Hipmi itu menjelaskan kedua negara tersebut jadi sasaran utama karena merupakan produsen bahan baku APD terbaik di dunia. Ia bahkan menyebutkan Eropa dan AS pun ikut berebut bahan baku APD dari dua negara itu.

    "Doakan saja Insya Allah kita punya koordinasi baik, jadi bisa siapkan bahan bakunya," tutur Bahlil Lahadalia

    Bahlil mengatakan telah meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk bisa menyewa pesawat untuk bisa menjemput bahan baku APD itu.

    Penjemputan bahan baku APD disebutnya akan sangat penting dilakukan mengingat kapasitas produksi APD dalam negeri mencapai 17 juta potong. "Amerika saja ambil bahan baku di China seperti ada uang, ada barang. Kalau kita terlambat pesan, enggak dapat barang. Ini terjadi kemarin kita ada industri terlambat bayar uang muka, diambil oleh Amerika. Kita enggak mau kejadian ini makanya kita support pesawat mereka, mungkin dari BUMN supaya produksi bisa berjalan," kata Bahlil Lahadalia.

    Menanggapi permintaan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir yang hadir dalam penyerahan itu menyanggupi bahwa Garuda Indonesia siap ditugaskan dalam misi tersebut. "Garuda masih terbang kok," ujar Erick Thohir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.