Sri Mulyani: Ekonomi RI, Cina, India Tumbuh di Zona Positif

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkeu Sri Mulyani memberikan keterangan pers terkait laporan APBN 2019 di Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. Menkeu menyatakan realisasi APBN 2019 masih terarah dan terkendali meskipun terjadi defisit sebesar Rp353 triliun atau sebesar 2,20 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Tempo/Tony Hartawan

    Menkeu Sri Mulyani memberikan keterangan pers terkait laporan APBN 2019 di Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. Menkeu menyatakan realisasi APBN 2019 masih terarah dan terkendali meskipun terjadi defisit sebesar Rp353 triliun atau sebesar 2,20 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan tumbuh di zona positif meski melambat di tengah pandemi virus corona Covid-19.

    “Tiga negara yang masih akan bertahan atau berada di teritori positif adalah Indonesia, Tiongkok dan India,” katanya ketika rapat kerja bersama BI, OJK dan LPS dengan Komisi XI DPR RI secara virtual di Jakarta, Senin, 6 April 2020.

    Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan itu sesuai dengan proyeksi lembaga keuangan internasional seperti Bank Pembangunan Asia (ADB) pada April 2020 yang menyebut pertumbuhan ekonomi RI tahun ini mencapai 2,5 persen.

    Sedangkan Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi RI berkisar negatif 3,5 persen hingga 2,1 persen.

    Sementara itu, lembaga pemeringkat Moody’s memproyeksi pertumbuhan ekonomi RI tahun ini mencapai tiga persen dan akan kembali naik pada tahun 2021 sebesar 4,3 persen.

    Dengan proyeksi itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan beberapa negara besar di kawasan.

    Cina, lanjut dia, berdasarkan proyeksi Bank Dunia tahun ini diperkirakan tumbuh melambat namun masih di zona positif kisaran 0,1 hingga 2,3 persen dan proyeksi ADB mencapai 2,3 persen. Sedangkan India, oleh ADB diproyeksi tumbuh 4,0 persen

    Secara global, Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia negatif di tengah COVID-19. JP Morgan memprediksi negatif 1,1 persen dan proyeksi pertumbuhan dari The Economist Intelligence Unit negatif 2,2 persen.

    Sebelumnya, pemerintah membuat skenario pertumbuhan ekonomi RI tahun ini diperkirakan mencapai 2,3 persen.

    Pemerintah telah menggelontorkan stimulus pertama di antaranya terkait pariwisata dan stimulus kedua untuk menjaga daya beli masyarakat dan kemudahan ekspor impor.

    Sedangkan stimulus ketiga, pemerintah menambah belanja dan pembiayaan untuk penanganan Covid-19 mencapai Rp 405,1 triliun.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.