Lewat Twitter, Wamen BUMN Minta Bantuan Ventilator ke Elon Musk

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin akan merangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama untuk mendampingi Ahok. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Inalum. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin akan merangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama untuk mendampingi Ahok. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Inalum. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta bantuan CEO SpaceX Elon Musk untuk memenuhi kebutuhan ventilator di Indonesia guna menangani pasien virus corona atau Covid-19.

    Permohonan bantuan itu diajukan oleh Wakil Menteri BUMN Budi Sadikin melalui akun media sosial Twitter-ya @BudiGSadikin. Dia membalas cuitan Musk yang menawarkan bantuan ventilator untuk penanganan pasien virus corona.

    Melalui akun Twitter-nya @elonmusk dia mengatakan bahwa Tesla memiliki tambahan ventilator yang telah disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA. Dia menyatakan dapat membantu mengirimkan alat kesehatan tersebut kepada pihak yang membutuhkan.

    “Kami memiliki ventilator tambahan yang disetujui FDA. Akan dikirimkan ke rumah sakit di seluruh dunia dalam wilayah pengiriman Tesla. Perangkat dan biaya pengiriman gratis. Satu-satunya persyaratan adalah bahwa ventilasi dibutuhkan segera untuk pasien, tidak disimpan di gudang. Tolong beri tahu saya atau @Tesla,” tulis Elon Musk di Twitter, Selasa, 31 Maret 2020 pekan lalu.

    Membalas cuitan tersebut, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan tambahan sektiar 300-400 ventilator untuk penanganan pandemi virus corona. Dia mengharapkan Tesla dan Elon Musk dapat membantu pemerintah memenuhi kebutuhan tersebut.

    “Dear Elon, Kami mengelola 70 rumah sakit dengan sekitar 6.500 tempat tidur di Indonesia dan mencari 300-400 ventilator tambahan secepat mungkin untuk digunakan untuk menangani pasien baru. Silakan hubungi saya di budi.g.sadikin@bumn.go.id,” tulisnya melalui Twitter, Minggu malam, 5 April 2020.

    Sebelumnya pemerintah menyatakan akan menunjuk salah satu perusahaan BUMN untuk memproduksi ventilator. Namun ventilator yang dapat diproduksi lewat kerja sama dengan ITB, Salman, dan Unpad itu hanya ventilator portabel yang bersifat non-invasif. Ventilator portabel ini hanya dapat digunakan untuk menolong pasien dalam kondisi ringan hingga menengah.

    Berdasarkan data Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK), jumlah ventilator di Indonesia saat ini mencapai 8.396 unit. Adapun, total rumah sakit yang terjebar di seluruh Indonesia mencapai 1.827 rumah sakit.

    Harga ventilator saat ini diketahui mencapai kisaran Rp 300 juta-Rp 800 juta. Sebagai pembading, nilai donasi empat buah ventilator dari PT Bank Central Asia Tbk. kepada RSPAD Gatot Soebroto mencapai lebih dari Rp 2,7 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.