Sandiaga: Omzet 65 Juta UMKM Anjlok Akibat Wabah Corona

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno (Instagram - @sandiuno)

    Sandiaga Uno (Instagram - @sandiuno)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno menyatakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan sektor paling terdampak saat pandemi virus corona atau Covid-19.

    “Sebanyak 65 juta lebih unit usaha termasuk UMKM, 99 persen lebih dari 60 persen GDP disumbangkan oleh UMKM. Jadi yang harus menjadi fokus utama dalam penyelamatan ekonomi mestinya UMKM,” kata Sandiaga melalui diskusi virtual Minggu 5 April 2020.

    Dia menceritakan, bahwa ada pelaku UMKM yang mengaku omzetnya turun hingga 100 persen dalam dua minggu terakhir. Sehingga hal tersebut menunjukkan tekanan yang luar biasa bagi ekonomi kerakyatan tersebut.

    Sandiaga mengatakan jenis usaha UMKM sebagian besar menjalankan kegiatan secara harian. Oleh karena itu, penyaluran uang tunai melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT ) harus segera disalurkan, dan itu akan mempercepat pemulihan dari dampak Covid-19.

    “Karena begitu masyarakat memiliki akses ke uang tunai mereka akan mendorong konsumsi mereka dan akan berdampak ke UMKM,” ucapnya.

    Dia meminta kepada pelaku usaha UMKM harus dapat beradaptasi kondisi saat ini. Sebab dari sejumlah prakiraan dampak dari penyebaran virus corona bagi sektor ini masih akan terasa hingga tiga bulan ke depan.

    Sandiaga juga berpendapat, bagi sesama pelaku UMKM juga harus membangun serta memperkuat jaringannya. Ia menilai ada sejumlah produk yang berpotensi mengalami peningkatan permintaan. Misalnya pengadaan produk kesehatan seperti pembuatan masker berbahan kain, dan produksi jamu-jamu herbal.

    "Memang ada sebagian barang ini diimpor. Tetapi banyak UMKM yang berlomba-lomba terhadap bahan pokok yang diperlukan masyarakat. Kalau kita berjejaring di ekonosistem akan saling bantu satu sama lain,” ucap Sandiaga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.