Pandemi Corona, Chatib Basri Sarankan Startup Hentikan Bakar Uang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chatib Basri. REUTERS/Beawiharta

    Chatib Basri. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, JakartaBekas Menteri Keuangan Chatib Basri mengingatkan kepada para pelaku bisnis rintisan alias startup untuk mengubah pola bisnisnya di tengah kondisi mewabahnya virus Corona. Sebab, dengan adanya dampak Covid-19 kepada perekonomian, sumber pembiayaan akan semakin terbatas.

    "Jadi pola bisnis yang bakar uang itu enggak bisa lagi terus begini," ujar Chatib dalam sebuah diskusi daring, Sabtu, 4 April 2020. Ia mengatakan pelaku bisnis rintisan pun tidak bisa lagi bergantung kepada gross merchandise value alias GMV.

    Menurut ekonom asal Universitas Indonesia ini, dalam kondisi seperti ini para pebisnis rintisan sudah mesti berpikir soal profitabilitas usaha. "Kalau kalian bisa operation expense-nya bisa diatasi dan variable cost-nya bisa cukup bayar gaji. Kalian akan survive," tutur Chatib.

    Di samping itu, Chatib mengatakan para pebisnis rintisan mesti bisa menggunakan kreativitasnya dalam melihat peluang pasar di masa wabah ini. Sebab, kata dia, dalam situasi ini banyak aktivitas baru yang muncul dan bisa difasilitasi oleh usaha rintisan.

    Misalnya dengan adanya kepanikan yang menyebabkan naiknya permintaan pada harga pangan maupun alat-alat medis seperti hand sanitizer dan masker sehingga harga melonjak. Dalam kondisi seperti itu pebisnis startup seharusnya bisa masuk dan memberikan informasi mengenai toko yang menyediakan komoditas tersebut.

    "Ini kan bisa aja di satu toko barangnya tidak ada tapi di toko lain ada. Beras itu nyarinya ke pasar induk tapi mungkin ada beras di pasar mana yang tersedia. Keunggulan teknologi adalah menghilangkan informasi yang tidak simetris," tutur Chatib. Dengan demikian, penumpukan permintaan pun bisa dipecah dan dikurangi.

    Di samping itu, Chatib melihat peluang lainnya tersedia pada informasi Virus Corona yang tidak simetris di masyarakat. Misalnya soal gejala dan pelbagai informasi mengenai penyakit itu. Pasalnya saat ini informasi itu menjadi permintaan banyak orang.

    "Juga sekarang semua aktivitas diminta online, artinya semua aktivitas ekonomi digital itu bisa dilakukan. Saya bisa membayangkan nanti pertunjukan musik itu orang bisa streaming, ini kan luar biasa ketika aktivitas terbatas," kata Chatib Basri. "Kalau kita menggunakan kreativitas, banyak aktivitas yang bisa dimanfaatkan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.