13 Ribu Ton Bawang Putih Impor Sudah Datang, Harga Masih Tinggi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menata tumpukan karung bawang putih dari China di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. Harga bawang putih mengalami kenaikan dari harga Rp.35 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. Tempo/Tony Hartawan

    Pedagang menata tumpukan karung bawang putih dari China di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. Harga bawang putih mengalami kenaikan dari harga Rp.35 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pelaku Usaha Bawang Putih dan Sayuran Umbi Indonesia atau Pusbarindo, Valentino, menyatakan harga bawang putih saat ini belum juga kembali normal meski sebagian produk impor telah masuk ke Indonesia sejak akhir Maret lalu. 

    Dari 25.800 ton bawang putih yang diimpor melalui surat persetujuan impor yang diterbitkan pada 27 Februari 2020 oleh Kementerian Perdagangan, sebanyak 13.000 ton di antaranya telah tiba di Indonesia pada 26 Maret 2020. Namun demikian, bawang putih impor itu belum dapat dikirim seluruhnya ke pasar.

    Valentino menjelaskan 13.000 ton bawang putih itu masih ada yang berada di pintu karantina dan di pelabuhan. "Belum semua masuk ke pasar. Saat ini kan baru arus mudik dadakan karena wabah Corona ya, mungkin otoritas kepelabuhan masih prioritaskan arus pergerakan manusia,” katanya, Kamis, 2 April 2020.

    Walhasil, distribusi bawang putih yang sudah tiba di pelabuhan belum bisa secara optimal masuk ke pasar. Dia mengatakan, biasanya distribusi bawang putih dari pintu karantina hingga mencapai ke pasar di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain memakan waktu maksimal hingga dua pekan.

    Untuk itu dia meminta pemerintah terutama otoritas kepelabuhan mulai mengutamakan distribusi bahan pangan pokok atau bawang putih, guna mengamankan pasokan di pasar dalam negeri.

    Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menyebutkan harga bawang putih pada hari ini berada pada level Rp 44.750 per kilogram. Harga ini turun tipis dari hari sebelumnya yang mencapai Rp 45.200 per kilogram.

    Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan aturan pelonggaran impor bawang putih sejak 19 Maret 2020 lalu. Aturan pelonggaran impor ini di antaranya dengan tak lagi mewajibkan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dan surat persetujuan impor (SPI) hingga 31 Mei 2020.

    Pemerintah menargetkan harga bawang putih dapat kembali stabil pada level Rp20.000-Rp 30.000 per kilogram. Kestabilan harga komoditas tersebut penting terutama untuk persiapan menyambut Ramadan 2020.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjanjikan harga bahan pokok akan kembali stabil menjelang Ramadan, bulan ini. Ia yakin harga gula dan bawang putih yang dalam sebulan belakangan ini cukup melejit akan segera turun.

    "Untuk gula, saya dapat laporan Mentan bahwa minggu depan akan turun ke kondisi normal yakni Rp 12.500 per kilogram. Bawang beberapa juga sudah masuk. Kita harapkan bawang putih, minggu depan atau syukur, minggu ini kembali normal di harga Rp 20-30 ribu per kilogram," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas lewat video conference dari Istana Kepresidenan, Bogor pada Kamis, 2 April 2020.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.