Jaga Jarak, KAI Batasi Kapasitas Kereta Hanya 50 Persen

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyemprotkan disinfektan pada gerbong kereta api jarak jauh di Stasiun Senen, Jakarta, Ahad, 15 Maret 2020. Penyemprotan disinfektan ini bertujuan untuk pencegahan penyebaran Virus Corona Covid-19 di dalam kereta. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas menyemprotkan disinfektan pada gerbong kereta api jarak jauh di Stasiun Senen, Jakarta, Ahad, 15 Maret 2020. Penyemprotan disinfektan ini bertujuan untuk pencegahan penyebaran Virus Corona Covid-19 di dalam kereta. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI), Daerah Operasi 2 Bandung, Noxy Citrea mengatakan, mulai hari ini diberlakukan pembatasan kapasitas kereta api untuk kereta menengah dan jarak jauh menjadi hanya 50 persen okupansi. “Mulai hari ini, Kamis, 2 April 2020, PT KAI Daop 2 menerapkan pembatasan kapasitas penumpang untuk KA menengah dan KA jarak jauh menjadi hanya 50 persen dari kapasitas tempat duduk secara keseluruhan,” kata dia, Kamis, 2 April 2020.

    Dia mencontohkan pembatasan kapasitas tempat duduk pada Kereta Argo Parahyangan yang melayani rute Bandung-Jakarta. “Sebagai contoh, untuk Kereta Argo Parahyangan, kapasitas angkut penumpang dalam satu rangkaian KA normalnya sebanyak 570 tempat duduk. Namun mulai hari ini, kapasitas angkutnya dibatasi menjadi hanya 285 tempat duduk per rangkaian,” kata Noxy.

    Noxy mengatakan, pembatasan kapasitas angkut kereta itu sebagai upaya untuk membantu mencegah penyebaran virus corona. “Dengan meningkatnya penyebaran virus corona di Indonesia dan berdampak pada berkurangnya okupansi kereta, PT KAI Daop 2 kembali mengambil kebijakan sebagai upaya dalam memutus rantai penyebaran Covid-19,” kata dia.

    PT KAI juga memberikan keleluasaan pada penumpang kereta yang sudah memesan tiket, tapi ingin membatalkan perjalanannya. “Pembatalan tiket atas keinginan calon penumpang, untuk KA yang masih jalan atau beroperasi, calon penumpang bisa membatalkan tiket 100 persen,” kata Noxy.

    Pembatalan tiket tersebut bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, melalui aplikasi KAI Access paling lambat 3 jam sebelum jadwal keberangkatan kereta tersebut. Cara kedua, bisa dilakukan di stasiun pembatalan paling lambat 30 menit sebelum jadwal yang tertera di tiket.

    PT KAI juga memberikan pengembalian 100 persen, atau bea penuh tiket kereta untuk kereta yang dibatalkan perjalanannya. Keputusan mengurangi okupansi kereta tersebut, menyusul keputusan PT KAI Daerah Operasi 2 Bandung untuk mengurangi perjalanan kereta sepanjang April 2020. “PT KAI Daop II kembali melakukan pengurangan perjalanan kereta api. Total ada 37 perjalanan baik itu kereta lokal maupun kereta jarak jauh pada periode 1 April sampai dengan 30 April 2020,” kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 2 Bandung, Noxy Citrea, Selasa, 31 Maret 2020.

    Noxy mengatakan, pengurangan perjalanan kereta tersebut diputuskan seiring dengan jumlah penumpang yang terus menurun. “Secara total baik untuk kereta api lokal dan kereta api jarak jauh mengalami penurunan hingga 50 persen dibandingkan dengan periode yang sama bulan Maret tahun lalu,” kata dia.

    Noxy mengatakan, masih ada 5 kereta yang masih beroperasi di Daerah Operasi 2 Bandung. “Yakni ada 5 Kereta Argo Parahyangan ke arah Jakarta, kemudian 1 Kereta Api Harina ke arah Surabaya Pasar Turi, Satu kereta Api Ciremai ke arah Semarang Tawang, 1 Kereta Api Kahuripan, dan 2 Kereta Api Serayu Pagi dan Serayu Malam,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.