Gubernur BI: Lelang Surat Berharga Bisa Ditingkatkan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat ditemui awak media di Masjid Kompleks Bank Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat, 30 Agustus 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat ditemui awak media di Masjid Kompleks Bank Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat, 30 Agustus 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan lelang surat berharga negara berpeluang ditingkatkan. Menurutnya, kapasitas penyerapan di pasar masih sangat tinggi.

    “SUN atau SBSN ada kemungkinan penerbitannya akan ditingkatkan sehingga penyerapan dari pasar akan bisa membantu defisit fiskal tadi,” katanya dalam paparan Live, Kamis, 2 April 2020.

    Menurut Perry, ada juga kemungkinan target lelang yang selama ini Rp 15 triliun  ditingkatkan.

    Dia menjelaskan, dalam lelang SBN pekan lalu, dari target Rp 15 triliun, yang masuk lebih dari Rp 30 triliun dan kemudian yang dimenangkan Rp 20 triliun.

    “Ini mencerminkan penyerapan pasar masih memungkinkan untuk membiayai penerbitan SBN,” ujarnya.

    Dia menjelaskan jika pasar tidak mampu menyerap SBN, BI sebagai last resort dapat menyerapnya. Kewenangan itu diatur dalam Perppu Nomor 1 Tahun 2020.

    Namun, Perry menegaskan, kewenangan untuk membeli surat berharga di pasar primer tersebut bukan sebagai bentuk bailout ataupun BLBI, melainkan untuk membantu mengatasi defisit fiskal agar tidak terlalu lebar dalam kondisi penyebaran pandemi virus corona Covid-19.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.