Lippo Karawaci Siap Buyback Saham Sampai Rp 75 Miliar

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Lippo Group John Riady saat ditemui dalam acara Indonesia Summit Back On Track di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, 10 April 2017. Tempo/Destrianita

    Direktur Lippo Group John Riady saat ditemui dalam acara Indonesia Summit Back On Track di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, 10 April 2017. Tempo/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk. mengumumkan peluncuran program buyback atau pembelian kembali saham senilai hingga Rp 75 miliar. Berdasarkan harga saham saat ini, tersirat bahwa perusahaan dengan kode emiten LPKR ini berencana untuk membeli kembali hampir 572 juta saham melalui transaksi yang kemungkinan akan dieksekusi dalam waktu dekat.

    "LPKR mendukung keseluruhan rencana ekonomi yang dikembangkan oleh pemerintah untuk menstabilkan ekonomi Indonesia pada masa yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 April 2020.

    Lippo Karawaci menyatakan bakal membeli kembali sahamnya dengan potongan harga terhadap NAV. Hal ini dilakukan ketika beberapa proyek akan diserah-terimakan pada tahun 2020, termasuk Fairview dan Menara Hillcrest di Karawaci dan Holland Village Jakarta.

    Lippo akan menggunakan cadangan kas yang kuat setelah beberapa aksi korporasi yang berhasil dilakukan baru-baru ini, termasuk di antaranya menerbitkan obligasi lima tahun, perubahan strategi lindung nilai (hedging), serta penjualan sahamnya di First REIT pada waktu yang tepat. "Lippo Karawaci telah membuat perencanaan dalam memperkuat posisi keuangannya sehingga memiliki fleksibilitas di pasar keuangan yang sangat fluktuatif," tutur John.

    John memastikan, perseroan mendukung relaksasi kebijakan buyback saham oleh OJK baru-baru ini sehingga memungkinkan Perseroan untuk membeli kembali sahamnya. Hal Ini akan membantu menstabilkan harga saham Lippo Karawaci. 

    Buyback saham ini, kata John, diperkirakan tidak mengurangi pendapatan perseroan. Ia pun yakin bahwa pembelian kembali tidak akan memberikan dampak yang material pada aktivitas bisnis perseroan. 

    "Pembelian kembali ini dilaksanakan pada saat yang tepat karena kami menemukan harga saham yang menarik serta penggunaan kelebihan uang kas secara bijaksana. Kami tetap optimis dengan fundamental Perseroan, terutama mengingat bahwa sebagian besar dari pendapatan kami bersifat recurring yang didukung oleh Siloam Hospitals," kata John.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.