Ada Corona, WNA Asal Cina Paling Banyak Masuk RI di Januari

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan konstruksi terowongan Walini proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 21 Maret 2018. Plt Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwi Windarto mengatakan saat ini pekerjaan konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung sudah dimulai di beberapa lokasi, dan pembangunannya sudah mencapai 5 persen dari target penyelesaian proyek tahun 2020. ANTARA

    Pekerja menyelesaikan konstruksi terowongan Walini proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 21 Maret 2018. Plt Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwi Windarto mengatakan saat ini pekerjaan konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung sudah dimulai di beberapa lokasi, dan pembangunannya sudah mencapai 5 persen dari target penyelesaian proyek tahun 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, menyampaikan data perlintasan warga negara asing (WNA) yang keluar dan masuk Indonesia pasca-merebaknya kasus pandemi corona atau Covid-19.

    Menurut dia, dari data 10 WNA yang masuk ke Indonesia pada Januari 2020, paling banyak adalah WNA asal Cina dengan jumlah 188.000 orang.

    "Dari 10 negara yang warganya masuk ke Indonesia, pertama adalah Cina yaitu 188.000 orang, Singapura 130.000, Australia 120.000. Lalu Malaysia, India, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, dan Rusia sebanyak 722.000 orang," kata dia, dalam Rapat Kerja Komisi III DPR yang berlangsung secara virtual, Rabu, 1 April 2020.

    Ia mengatakan, untuk data WNA yang meninggalkan Indonesia sebanyak 788.775 orang, dan dari jumlah itu sebanyak 195.889 orang WNA dari Cina.

    Ia mengatakan, setelah dia mengeluarkan Peraturan Menkumham Nomor 3/2020 pada Februari lalu terkait pembatasan masuknya WNA, jumlah WNA asal Cina yang masuk Indonesia menurun drastis atau tidak masuk 10 besar.

    "Yang masuk 10 besar itu Malaysia sebanyak 91.000, Australia, Singapura, Jepang, India, dan Korea Selatan," ujarnya.

    Ia mengatakan, pada Maret 2020, kedatangan WNA asal Cina tidak masuk dalam 10 besar. Menurut dia negara asal WNA yang masuk 10 besar di bulan tersebut adalah Australia, Malaysia, Singapura, Jepang, India, Inggris, Amerika Serikat, Rusia, dan Jerman.

    Ia menilai dampak dari Permenkumham Nomor 3, Nomor 7, Nomor 8, dan Nomor 11 yang sama sekali melarang orang asing masuk Indonesia sangat terlihat dari penurunan jumlah WNA yang masuk ke Indonesia.

    Pelarangan itu menurut dia kecuali untuk beberapa kelompok-kelompok orang asing pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP), visa diplomatik dan visa dinas, orang pemegang izin tinggal diplomatik, tenaga bantuan medis, pangan dan kemanusiaan. "Nanti kita buka itu dimungkinkan tentu dengan protokol kesehatan seperti yang berlaku," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.