Edhy Prabowo Lepas Ekspor Hasil Perikanan Senilai Rp 194 M

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memberikan keterangan saat menghadiri open house yang digelar di rumah dinas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat Natal, di Jakarta Selatan, Rabu, 25 Desember 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memberikan keterangan saat menghadiri open house yang digelar di rumah dinas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat Natal, di Jakarta Selatan, Rabu, 25 Desember 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perikanan dan Kelautan Edhy Prabowo melepas ekspor produk perikanan sebanyak 115 kontainer di Terminal Peti Kemas Koja, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu 1 Maret 2020. Ia mengungkapkan, nilai ekspor produk perikanan tersebut mencapai Rp 194 miliar, dan itu akan terus bertambah dengan meningkatnya permintaan.

    "Ekspor produk perikanan kami 115 kontainer hari ini dengan negara tujuan Amerika Serikat dan Eropa," kata Edhy melalui konferensi video, Rabu 1 Maret 2020.

    Adapun ekspor didominasi produk ikan tuna. Edhy menyadari bahwa dalam kondisi saat ini, ada beberapa produk yang permintaannya turun, meski dia tak merinci hasil perikanan apa saja yang turun tersebut.

    Menurut Edhy, dalam rentang waktu 3 bulan terdapat potensi panen raya mulai dari udang hingga produk perikanan lainnya. Diprediksi total panen komoditi tersebut mencapai 140 ribu ton.

    "Saya sudah lihat dari Dirjen Budidaya, untuk udang itu saja sendiri ada 110 ribu ton, untuk produk lainnya 140 ribu ton, dari April, Mei dan Juni," katanya.

    Kementerian Perikanan dan Kelautan juga memastikan kecukupan cold storage (ruang penyimpanan bersuhu dingin) untuk menampung produk-produk tersebut. Saat ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang mengkalkulasi jumlah cold storage baik milik pemerintah, BUMN maupun swasta.

    Yang pasti, KKP akan terus memantau perkembangan kondisi penyebaran virus Corona demi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

    "Dalam kondisi apapun yang kita hadapi, orang tetap butuh makan. Ikan jadi salah satu produk yang diminati. Mudah-mudahan setelah Covid-19 selesai, Indonesia jadi negara paling siap menyediakan pangan khususnya di sektor perikanan," tuturEdhy.

    Adapun Edhy melepas 3.200 ton ekspor hasil perikanan ke 13 negara seperti Prancis, Jerman, Itali, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Mauritus, Reunion, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, Vietnam dan Lithuania.

    Komoditi yang diekspor pada hari ini terdiri dari 28 jenis yaitu Udang, Cumi, Paha Kodok, Sotong, Cunang, Cakalang, Yellow fins Tuna, Kakap Merah, Kerupuk Ikan. Kemudian Bawal Putih, Kepiting Kaleng, Udang Asin, Tepung Ikan, Minyak Ikan, Keong Kaleng, Tempura Udang, Loin Tuna, Ikan Kakak Tua, Ikan Layaran, Ikan Kerapu, Marlin, Kepiting Salju, Ikan Gulama, Ikan Barakuda, Ikan Cobia, Ikan Sebelah dan Tepung Udang.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.